Derajat Kesehatan Masih Rendah

Di Kabupaten Serang

SERANG, SNOL- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, menyebut derajat kesehatan di Kabupaten Serang saat ini masih rendah. Padahal, program Serang sehat telah berjalan sejak 2013 lalu.

Entus mengatakan, Serang sehat ini merupakan bagian dari program nasional yang harus di dukung oleh semua kalangan. Apalagi saat ini kondisinya masih jauh dari harapan, meskipun derajat kesehatan Kabupaten Serang masih diatas daerah lain seperti Lebak dan Pandenglang.

“Bicara Serang sehat tentunya harus dukung kecamatan yang sehat. Kecamatan sehat harus didukung desa sehat. Ini bukan pekerjaan satu OPD saja, perlu dukungan OPD terkait baik dari infrastrukturnya, gizinya dan pendidikannya,” kata Entus saat membuka loka karya Optimalisasi Peningkatan Indeks Kesehatan Kabupaten Serang di Tb Suwandi, Rabu (19/9).

Kemudian, kata dia dalam pelaksanaannya camat diharapkan tidak hanya bicara teori nantinya tapi memahami seluk beluk wilayahnya. Dimana yang menjadi sumber penyakit dan harus dibenahi baik drainasenya atau pun jambannya.

“Sehingga cita-cita kita bisa terwujud dengan baik. Kita sayang keluarkan angggaranya kalau kondisinya tetap saja. Kita mau bentuk desa wisata agar dapat dikunjungi alokasinya harus sehat. Sampai sekarang belum ada desa wisata yang memenuhi standar desa sehat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan saat ini derajat kesehatan memang masih rendah salah satunya masih adanya Angka Kematian Ibu dan anak.

“Tadi disampaikan pak Anang (Kepala Bappeda) juga bahwa baru 20 persen kontrbusi dinkes terhadap peningkatan kesehatan itu yang banyak itu lingkungan dan perilaku. Oleh karena itu, ini semua tidak mungkin bisa dicapai hanya dari kesehatan saja harus semua stakeholder gerak,” ujarnya.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan Dinkes maka jangan harap indeks kesehatan bisa optinal kenaikannya. “Makanya sebetulnya upaya kami ini hanya berkontribusi 20 persen. Jadi kalau yang lain enggak bergerak ya memang kenaikannya enggak optimal. Upaya yang kami lakukan dari internal Dinkes itu isu strategisnya masih tinggi AKI dan AKB. Masih ada kasus gizi buruk PHBS masih rendah. Sehingga kegiatannya kita intervensi terutama bagaimana agar AKI dan AKB bisa turun,” pungkasnya. (sidik/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.