Minim Suplai Air, Dua Rumah Ludes Terbakar

Warga Berhamburan Melihat Api Dari Atap Rumah Korban

LEBAK GEDONG,SNOL – Dua rumah semi permanen, milik Nasiran (56) dan Ami­nah, warga Kampung Padurung RT 06 RW 01, Desa Lebak Sangka, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, ludes terbakar, sekitar pukul 13.30 WIB, Rabu (19/9). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik itu, menimbulkan kerugian ditaksir menca­pai ratusan juta rupiah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggu­langan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi mengatakan, informasi dari relawan BPBD di Kecamatan setempat, kebakaran hebat yang membakar dua rumah semi permanen di Kecamatan Lebak Gedong tersebut, bermula api dari rumah Nasiran.

Pada saat itu, terlihat oleh warga ada kepulan asap dari atap rumah Nasiran. Karena pada saat itu warga mengira, pemilik rumah sedang memasak. War­ga yang melihat kepulan asap tersebut, awalnya biasa saja.

Berselang beberapa menit kemu­dian, kepulan asap semakin membesar dan memunculkan kobaran api. Maka, warga setempat berteriak dan memang­gil pemilik rumah, untuk keluar dari rumah Nasiran.

“Banyaknya material yang mudah terbakar di dua rumah tersebut, mem­buat api dengan cepat membakarnya. Sehingga, pemilik rumah tidak bisa menyelamatkan barang berharganya. Karena kobaran api tersebut terus membesar,” ujar Kaprawi kepada Satelit News, Rabu (19/9).

Katanya, warga yang saat itu menge­tahui kebakaran di rumah Nasiran dan Aminah, berhamburan mendatangi lo­kasi dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, akibat minimnya suplai air, api dilokasi setempat terus berkobar dan meram­bah ke rumah Aminah, yang posisinya berdekatan dengan rumah Nasiran.

“Anggota BPBD, saat ini masih melakukan pendataan,” tandasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak, Madlias menam­bahkan, saat ini khususnya pemilik rumah di Kecamatan Lebak Gedong, untuk sementara diungsikan ke rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Karena, rumah yang ditempati empat kepala keluarga tersebut, tidak lagi bisa ditempati. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.