Kejari Bidik Calon Tersangka Lainnya

Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Kakao 2016

RANGKASBITUNG,SNOL – Sudah dua orang ditetapkan tersangka oleh Ke­jari Lebak, dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan bibit Kakao tahun 2016. Bahkan, kini di tahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung, yaitu mantan Kepala Dishutbun inisial K dan seorang mantan bendaharanya inisial IEK. Saat ini, Kejaksaan Negeri Kejari Lebak, masih melakukan pengem­bangan terhadap kasus tersebut, un­tuk membidik calon tersangka lainnya pada kasus yang sudah merugikan Negara sekitar Rp 1 Miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lebak, Dodi Wira Atmaja mengatakan, pengembangan ini masih dilakukan untuk mengungkap kasus ini hingga keakarnya. Pasalnya, dalam ka­sus ini ada beberapa orang yang menerima uang, yang jumlahnya lebih besar atas kejahatan yang dilakukan kedua tersangka (K dan IEK) dalam memulus­kan aksinya.

“Tidak menutup kemungkinan, ada tersangka baru dalam kasus ini,” kata Dodi, Selasa (23/10).

Menurutnya, dalam kasus ini ter­sangka sudah mengembalikan uang tersebut dan itu kata Dodi, merupakan itikad baik dari para tersangka. Walau demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai Undang Undang yang berlaku. Menurutnya, dua tersangka ini dalam pengakuannya akan mengembalikan kerugian negara sepenuhnya.

“Kita tunggu saja, seperti apa perkembangannya. Apakah, kedua ini mengembalikan uang negara apa tidak. Tapi, bagi yang beberapa orang yang menerima uang lebih besar maupun kecil, masih kita tunggu,” harapnya.

Disinggung, selain dua orang ini berapa orang lagi yang diduga menerima uang dari para tersangka, Dodi mengaku, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Tapi yang di­harapkannya, kepada penerima uang atas kasus ini baik yang besar maupun yang kecil untuk segera di kembalikan ke kas negara.

“Kita juga masih tunggu itikad baik dari orang yang menerima uang terse­but. Jika tidak ada itikad baik, maka tidak menutup kemungkinan ada ter­sangka baru pada kasus ini,” ancam­nya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta mengaku, prihatin atas kasus yang me­nimpa K selaku mantan Kadishutbun berikut IEK selaku bendaharanya.

Namun demikian, untuk mem­berikan efek jera bagi tersangka, adanya kasus ini juga bisa memberi­kan pencerahan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.

“Untuk persoalan ini, kita serahkan kepada aparat penegak hukum sesuai Undang Undang yang berlaku. Ini juga harus menjadi cerminan, bagi ke­pala dinas lainnya untuk bekerja ses­uai tupoksinya, guna mensejahterakan masyarakat Lebak,” pungkasnya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.