Bentrok, 15 Mahasiswa UIN Luka-luka

CIPUTAT TIMUR,SNOL— Bentrokan sesama mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat kembali pecah di depan gedung Senat Mahasiswa (SEMA), Jumat (21/12). Sebanyak 15 orang mahasiswa mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit akibat kekisruhan tersebut.

Ke lima belas korban yang luka-luka akibat terkena lemparan batu, botol Aqua, pukulan, tendangan, dan lainnya langsung dilarikan ke rumah sakit Syarif Hidayatullah Ciputat. Mereka ada yang luka memar dibagian mata dan bocor di bagian kepala.

“Untuk korban itu yang luka sampai berdarah ada 15 orang. Awalnya keributannya itu memang ada salah satu oknum yang melempar botol penuh air, jadi yang lain juga ikut kepancing sampai melepar batu, helm, dan lain-lain,” tutur Hudori, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis, kepada Satelit News, Jumat (21/12).

Hudori mengungkapkan, bentrokan diduga dipicu oleh ketidak setujuan salah satu partai atau organisasi dalam pembentukan Komisi Pemilihan Umum KPU untuk Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) nanti.

Ada organisasi yang sepakat dengan pembentukan KPU tersebut dan menganggap sah karena sudah diedarkan berdasarkan SK Rektor. Di sisi lain, ada yang tidak sepakat karena pembentukan KPU ini dianggap sepihak sehingga menguntungkan salah satu partai oposisi.

“Bentrokan itu terjadi akibat ketidak setujuan salah satu partai terhadap pembentukan KPU karena dianggap sepihak dan menguntungkan pihak oposisi, dilihat dari strukturalnya memang lebih condong ke sana,” kata Hudori.

Dalam Pemira UIN yang akan dilaksanakan 09 Januari mendatang, ada 5 partai yang ikut berkontestasi, yaitu PMII, HMI, KAMMI, IMM, dan GEMA Pembebasan. Menurut Hudori, dari jejeran ke 5 partai di atas ada yang tidak menginginkan terbentuknya KPU. “Kalau semuanya ikut dengan timeline yang sudah ditetapkan maka akan berjalan lancar, namun ada beberapa oknum yang ingin mengagalkan Pemira ini dengan alasan yang terkesan memaksakan,” tuturnya.

Ada dua partai yang disinyalir menjadi penyebab kerusuhan itu, yakni antara HMI atau PMII, karena setiap tahunnya memang dua organisasi inilah yang selalu terlibat kerusuhan dan juga mempunyai massa sangat banyak di UIN.  (mg4/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.