KPK Dalami Peran Imam Nahrawi

JAKARTA, SNOL—Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah dokumen penting di ru­ang kerja Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi. Dokumen tersebut berkaitan langsung dengan korupsi dana hibah yang melibatkan Komite Nasional Indonesia (KONI) dan Ke­menterian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Dari sejumlah lokasi itu kami menemukan cukup banyak ya doku­men-dokumen terkait dengan pokok perkara ini. Nanti tentu kami pelajari dokumen itu ada proposal-proposal hibah juga yang kami amankan dan sita,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Di­ansyah di Gedung Merah Putih KPK, kemarin. Febri menjelaskan kepent­ingan penyidik menggeledah ruang Imam Nahrawi tidak lain karena proses pengajuan proposal memiliki alur yang dimulai dari pemohon, un­tuk kemudian diajukan kepada Men­pora.

“Kalau proposal tentu di sana ada data keuangan. Juga data kegiatan untuk dokumen hibah. Termasuk ke catatan-catatan bagaimana pros­esnya dari awal karena proses pen­gajuan proposal ada alurnya. Mulai pihak pemohon diajukan ke Men­pora,” sebut dia. Tidak hanya itu, ia menyebut saat pengajuan itu, Imam Nahrawi dapat mempertimbangkan apakah pengajuan tersebut diterima atau tidak. Dokumen dan proses itu­lah yang perlu ditemukan dan dipela­jari oleh KPK.

“Menpora bisa langsung mem­pertimbangkan atau mendelegasi­kan atau disposisikan misalnya dan bagaimana proses selanjutnya. Jika disetujui dan tidak disetujui itu kan perlu kami temukan secara lengkap,” tegasnya. Sebelumnya, KPK melaku­kan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di Kemen­pora dan KONI pada Selasa (18/12) lalu. Setidaknya lima orang ditetap­kan sebagai tersangka.

Dari pihak Kemenpora ada tiga orang yang jadi tersangka yakni Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pem­buat Komitmen Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto yang diduga berperan seb­agai penerima suap dalam kasus ini.

Sementara dari KONI adalah Sekretaris Jenderal KONI End­ing Fuad Hamidy dan Ben­dahara Umum Johnny E. Awuy. Mereka diduga berperan sebagai pemberi suap. Ada­pun barang bukti yang berhasil diper­oleh penyidik KPK berupa uang tunai Rp318 juta, buku tabungan berisi Rp100 juta atas nama Johnny E. Awuy, uang tunai dalam bungkusan plastik sebesar Rp7 miliar, dan satu unit mobil Chevrolet Captiva milik Eko Tri­yanto. (ipp/jpc)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.