Sopir Angkot Dites Urin

Antisipasi Penggunaan Narkotika Saat Narik Penumpang

SERANG,SNOL– Para sopir angkutan kota (Angkot) jurusan Balaraja-Serang terkejut saat laju kendaraannya dihentikan petugas gabungan Polres Serang dan Polsek Ciruas, di ruas  jalan Raya Serang-Jakarta, Jumat (22/12). Namun dalam operasi itu, polisi bukan memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan, tapi malah meminta pengemudi angkutan tersebut untuk dites urin.

Setelah turun dari kendaraan, para supir dimintai mendatangi toilet Pos Lantas Polsek Ciruas yang disediakan petugas. Satu persatu, para pengemudi angkutan menjalani tes urin. Kemudian petugas memeriksa kandungan air seni menggunakan test card multi drugs. Petugas juga mengumpulkan identitas para pemilik air seni tersebut.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Serang, AKP Nana Supriyatna mengatakan, pihaknya sengaja turun ke jalan dengan melakukan pemeriksaan kepada sopir angkutan umum dalam menghadapi liburan panjang dan nataru yang mulai ramai saat ini. Pemeriksaan dilakukan guna mengantisipasi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang serta minuman keras. Kegiatan mendadak ini dilakukan berkaitan menghadapi musim mudik Natal dan Tahun Baru 2019.

Razia narkotika kepada para sopir angkutan jurusan Balaraja-Serang itu sengaja dilakukan secara mendadak. Kepada para sopir, aparat gabungan juga menyampaikan pemahaman tentang bahaya penggunaan narkoba saat berkendara. Petugas menekankan pentingnya keselamatan diri sendiri dan orang lain serta menjaga kesehatannya, apalagi menjelang libur panjang, butuh kondisi prima.

Pihaknya berharap, tidak ada sopir yang menggunakan narkoba pada saat menarik penumpangnya karena dapat membahayakan keselamatan dirinya serta orang lain akibat penyalahgunaan narkoba. “Dari 10 sampling hasil pemeriksaan, seluruh pengemudi angkum tidak ada indikasi mengkonsumsi narkoba ataupun minuman keras,” kata Nana.

Pihaknya berharap langkah ini dapat meminimalisir laka lantas saat libur mendatang. Sopir yang akan membawa pemudik natal tahun ini harus dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak mengonsumsi narkoba,” katanya.

Jika dalam pemeriksaan urin ditemukan ada pengunaan narkoba, pihaknya akan memproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Sementara hasil pemeriksaan urin akan dilaporkan hasil pemeriksaan kepada pimpinan perusahaan atau pemilik kendaraan agar tidak tidak menggunakan supir yang terindikasi narkoba. “Saya akan laporkan kepada pimpinan atau pemilik mobil agar memberikan sangsi bagi supir pengguna narkoba. Ini penting kami lakukan karena menyangkut keselamatan orang banyak,” tegas Nana. (denny/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.