Ketua Kadin Angkat Bicara

Minta APH Turun Tangan, Audit Investigasi Longsornya Jembatan Leuwijaksi

RANGKASBITUNG,SNOL – Akibat longsornya oprit (tanah urugan dibagian ujung jembatan) pada Jem­batan Leuwijaksi, yang menghubung Kampung Muara Dua, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur dengan Kampung Leuwijaksi, Desa Margat­irta, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, belum lama ini. Membuat Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Lebak, Khoirul Umam angkat bicara.

Ia meminta, Aparat Penegak Hu­kum (APH) melakukan audit inves­tigasi soal insiden longsornya oprit jembatan, yang belum genap setahun tersebut selesai dibangun. Katanya, hal ini perlu dilakukan, karena sudah menelan anggaran miliran rupiah.

Hal itu juga tambahnya, untuk mengetahui penyebab selain aki­bat longsor dan akibat diguyur hu­jan. Sehingga, diketahui pastinya, kenapa bisa semudah itu longsor. “Turunkan tim audit investigasi un­tuk mengetahui apakah longsornya (oprit) jembatan itu memang karena curah hujan, atau karena kelalaian pihak ketiga,” ujar Khoirul Umam ke­pada wartawan, Jumat (28/12).

Menurutnya, audit investigasi se­lain untuk mencari dan menentukan secara pasti penyebab insiden itu terjadi, juga untuk menghindari fit­nah dari masyarakat. Apalagi, saat ini masyarakat sudah menduga bahwa jembatan tersebut tidak sesuai spe­sifikasi.

“Kalau benar-benar ingin mendapatkan informasi yang tepat dan pas, terkait konstruksi ya harus dilakukan audit investigasi. Jadi bu­kan pemeriksaan yang biasa, tapi lebih dari biasa. Agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Mameng ini menyatakan, APH bersama in­stansi terkait harus pro aktif me­nyikapi longsornya jembatan, yang baru rampung dibangun pemerin­tah itu. “TP4D maupun instansi lain, bisa menginvestigasi ini. Tinggal kemauannya saja, dan perlu dukungan semua pihak untuk melakukannya,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, Yogi Rochmat mengatakan, saat ini lebih baik bukan untuk di audit. Melainkan, Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Lebak segera mem­perbaikinya. Agar akses jalan terse­but, bisa kembali normal.

“Segera perbaiki, agar dapat di­fungsikan kembali sesuai peruntu­kannya,” harapnya.

Diberitakan Sebelumnya, jem­batan di Kampung Leuwijaksi yang menghubungkan Desa Muara Dua Kecamatan Cikulur dengan Desa Marga Tirta, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, sekitar pukul 05.00 WIB pagi, Rabu (27/12) putus, diduga akibat digerus longsor.

Saat kejadian, sebuah mobil losbak yang dikemudikan Andi warga seki­tar, ikut tergerus reruntuhan longsor. Tidak ada korban jiwa, saat ini guna menghindari hal yang tidak diinginkan, jembatan tersebut dipasang garis polisi. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.