Nonton Bugil di Joy live, Ditarif Rp 200 Ribu

Tiga Pelaku Bisnis Pornografi Online Diringkus

SERPONG,SNOL— Media sosial (Medsos) banyak disalah gunakan oleh penggunanya. Baru-baru ini jajaran Polres Tangerang Selatan berhasil mengungkap jaringan praktik pornografi yang dilakukan melalui aplikasi online Joy Live. Tiga pelaku diringkus Tim Vipers di kawasan Serpong.

Ketiga tersangka antara lain Hengki Karnando Saputra (25), AR (23), dan M (18). Mereka diciduk di sebuah indekos di Jalan Kemuning Melati Mas Blok SR, Kecamatan Serpong, Selasa (25/12) lalu.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengungkapkan, tersangka M tertangkap tangan oleh Tim Vipers Polres Tangerang Selatan, tengah melakukan live video menggunakan aplikasi Joy Live. Isi live video menunjukkan sisi pornografi, artinya live chat video tersebut menunjukkan ketelanjangan tersangka M.

Sedangkan Hengki dan AR merupakan sepasang kekasih. Kedua tersangka ini memiliki peran sebagai fasilitator untuk M. “Jadi yang melakukan aksi pornoaksi dalam Joy LIve itu tersangka M, sedangkan Henkky dan AR mempersiapkan dan mencari tempat kegiatan tersebut,” ungkap Ferdy kepada awak media di mako Polres Tangsel, Jumat (28/12).

Lewat aplikasi Joy Live, M beraksi di depan kamera handphonenya untuk melepaskan pakaiannya di depan penonton yang sudah membayarkan masing-masing sebesar Rp 200 ribu.

Dari hasil pantauan petugas, di aksi prostitusi onlinenya, M akan menunggu penontonnya hingga sekitar 20 orang, baru kemudian pelaku akan memulai aksinya di depan kamera handphonenya. “Untuk nanti show, masing-masing customer prostitusi online harus mentransfer Rp200 ribu, setelah ditransfer, (show) baru dimulai,” kata Kapolres.

Polisi juga menelusuri siapa saja yang diduga pernah menjadi penonton dari M itu, saat ini handphone milik pelaku sudah ditaruh di laboratorium Polda Metro Jaya untuk didalami lebih lanjut. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak perbankan dan melihat siapa saja yang mentransfer ke akun tersangka,” jelasnya.

Ketiga pelaku asusila itu diketahui sudah beraksi sekitar satu bulan. Sementara dari hasil tangkap tangan itu, petugas menyita sejumlah barang bukti yakni handphone yang digunakan pelaku, buku rekening dan baju dalam yang diduga digunakan saat beraksi di depan kamera.

Para tersangka terjerat pasal berlapis yaitu tindak pidana perdagangan orang kemudian dan atau tindak pidana pornografi dan atau tindak pidana ITE yang terkandung dalam Pasal 2 ayat (1) undang-undang nomor 21, Pasal 29, Pasal 30, Pasal 33, Pasal 34 dan Pasal 45 ayat (1) undang-undang ITE dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki apakah ada pelaku lain yang ikut melakukan tindakan tersebut. (jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.