Pembangunan Perumahan Sepatan Grande Tak Berizin

MAUK, SNOL- Perumahan Sepatan Grande yang sedang dibangun oleh PT. Bangun Guna Sukses/PT. Bagus di Kam­pung Tegalkunir Kidul, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk ternyata tidak memiliki surat Izin Mendirikan Bangu­nan (IMB) dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diketahui dari adanya surat yang dilayangkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Nono Sudarno, dengan nomor surat 640/1521-DPMPTSP/2018 yang dikelu­arkan pada (27/11). Dalam surat terse­but dijelaskan jika PT. Bangun Guna Sukses tidak memiliki izin.

“Data dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas nama PT. Bangun Guna Sukses tidak dapat kami berikan karena memang belum terdaftar dalam sistem pendaftaran DPMPTSP Kabu­paten Tangerang, “ kata Nano yang ter­tulis dalam surat tersebut.

Dalam surat tersebut Nano menu­liskan jika surat tersebut adalah surat tindakan lanjut dari surat yang dikirim­kan oleh Kepala Desa Tegal Kunir Kidul pada (7/11) lalu dengan nomor surat 4741/003/DS, TKK/XI/2018, terkait perihal dokumen perizinan.

Mengetahui hal tersebut Buldan Mu­dawam tokoh pemuda di Kecamatan Mauk menyayangkan masih berlang­sungnya pembangunan perumahan Sepatan Grande tersebut. Terlebih menu­rut pemuda yang saat ini aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten ini proses pemban­gunnnya telah merusak lingkungan dan merugikan warga sekitar, karena banyak pemukiman warga yang tergenang air akibat pembangunan tersebut.

“Ada beberapa rumah warga yang terendam oleh air akibat beberapa drainse yang tertutup material tanah urugan yang dilakukan oleh pengem­bang, mereka membangun tanpa me­lihat efek lingkungan sekitar,“ keluh Buldan, kepada Satelit News, Jum’at (28/12).

Menurut Buldan, Pemerintah Kabu­paten Tangerang harus meninjau ulang mengenai pembangunan tersebut, harus melihat langsung apa imbasnya terhadap masyarakat mengenai adanya pembangunan perumahan tersebut.

“Pemkab harus tinjau kembali pem­bangunan perumahan Sepatan Grande, jangan sampai pembangunan tersebut merugikan warga sekitar, “ tambahnya.

Sebelumnya Adi pimpinan proyek pembangunan perumahan Sepa­tan Grande mengaku pihaknya tetap melanjutkan pembangunan perumah­an karena pihaknya sudah memiliki izin namun bukti izin tersebut tidak bisa di­perlihatkan. (mg7/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.