Ketum PGRI: Guru Belum Paham Kurikulum Baru

JAKARTA,SNOL Komisi X DPR telah menyetujui anggaran implementasi Kurikulum 2013 senilai Rp829 miliar. Namun Ketua Umum PB PGRI, Sulistyo meminta pemerintah mengurungkan niatnya menerapkan kurikulum baru itu.

Jajaran pengurus PB PGRI sudah mendengar langsung persiapan kurikulum dari Mendikbud Mohammad Nuh saat pertemuan 30 April lalu.

“Walau tanggal 30 April lalu setelah mencermati persiapannya, PGRI meminta implementasi kurikulum itu ditunda, tahun ini hanya sebagai pilot studi saja,” kata Sulistyo kepada JPNN.COM, Kamis (30/5).

Sulis juga mengemukakan pertimbangan lainnya, bahwa sampai sekarang kurikulum itu belum jelas wujudnya. Karena dokumennya memang belum beredar. PGRI berharap  agar dokumen kurikulum yang lengkap segera diselesaikan, termasuk buku-buku yang diperlukan.

“Para guru sudah mendengar akan ada pergantian kurikulum, ya baru mendengar, tetapi mereka belum tahu apa dan bagaimana kurikulum yang baru itu. Para guru sesungguhnya sudah lama menanti dokumen kurikulum 2013,” tegas anggota DPD RI asal Jawa Tengah itu.

Menurutnya, para guru “siap”  melaksanakan kurikulum yang baru namun mereka belum mengetahui kurikulum itu. Ditegaskannya bahwa kesiapan guru itu lebih pada kesetiaan dan kepasrahan guru dalam melaksanakan tugas, apa pun wujudnya.

Karena itu, PB PGRI meminta pemerintah harus segera melakukan upaya agar guru memperoleh informasi komprehensif tentang kurikulum itu.
Karena pergantian kurikulum mestinya bisa mengubah proses pembelajaran di kelas sesuai dengan jiwa dan semangat kurikulum baru itu. Bila tidak, maka tidak bisa disebut perubahan.(Fat/jpnn)