Pengumuman Ditunda, Honorer K2 Kecewa Berat

TANGERANG, SNOL Berulangkali dalam waktu tiga jam Desi Hirawati memelototi laptopnya untuk melihat pengumuman hasil tes yang rencananya dimuat di situs www.menpan.go.id. Pegawai Honorer Kategori 2 (HK2) Kabupaten Tangerang itu gusar karena setelah berjam-jam tak ada tanda-tanda pengumuman seperti yang dijanjikan Menpan Azwar Abubakar terlihat di website tersebut.

Kegusaran Desi dirasakan ribuan tenaga Honorer Kategori 2 di seantero Banten. Di Pandeglang, tenaga HK2 di lingkungan Setda Pandeglang, sejak pagi tak henti-hentinya sibuk membuka dan memainkan laptop serta komputernya, membuka web Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementrian Pen­dayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Ke­menpan RB).

“Saya sama teman-teman di kantor sudah buka web BKN (http//www.sscn.bkn.go.id) dan web Menpan RB (www.menpan.go.id), tapi gak ada tuh pengumuman hasil tes honorer kategori 2,” kata Kendu, salah seorang peserta tes CPNS K2, Rabu (5/2). Di Kabupaten Lebak, para tena­ga honorer kategori 2 kecewa dengan cara pengumuman hasil tes K2 yang dilakukan melalui website milik Ke­menterian Negara Pendaya­gunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Ke­meng PAN & RB) kemarin. Pasalnya, tidak semua tenaga honorer di Kabupaten Lebak memahami aplikasi jaringan internet.

“Mungkin ini kesalahan kami, mengapa kami gaptek (gagap teknologi-red),” ujar Rohmani, pegawai Honorer K2 di Lebak. Dia berharap Pemkab Lebak bisa mend­esak Kemeneg PAN & RB melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN) agar pada masa yang akan mengumum­kan para pemenang tes CPNS melalui media massa. “Aturan memang aturan namun harus disesuaikan juga dengan kon­disi yang ada di setiap daer­ah,” paparnya.

Sementara itu, rencana pen­gumuman kelulusan tenaga honorer kategori dua (K2) dipastikan batal diumumkan kemarin. Skema pengumuman dengan menggunakan format PDF di website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Neg­ara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) ternyata tidak bisa diakses.

Hingga pukul 19.00 WIB kemarin, situs yang seharus­nya memuat nomor peserta lolos ujian tulis beberapa bu­lan lalu itu hanya memuncul­kan “502 Bad Gateway”. Di­duga, hal itu disebabkan oleh banyaknya permintaan masuk yang tidak bisa dihandle oleh server sehingga terjadi time out.

Dugaan tersebut dibenarkan oleh Kepala Humas Kemen­pan RB, Suwardi saat dikon­firmasi kemarin. “Web Men­pan down, mungkin karena banyaknya yang akses,” tutur Wardi di Jakarta, kemarin. Dalam kesempatan itu, Su­wardi juga menepis dugaan bahwa pihaknya belum siap mengumumkan hasil ujian tersebut, sehingga website di­tutup sementara. Ia menegas­kan, jika hal tersebut disebab­kan oleh kendala teknis.

Akibatnya, pengumuman untuk honorer K2 ini harus kembali diundur. Sebab, pe­merintah tidak memiliki me­dia partner atau web lain se­bagai wadah untuk melakukan pengumuman ini. Suwardi mengatakan, pihaknya masih belum memiliki rencana lain untuk melanjutkan pengu­muman hasil tes tulis tenaga honorer K2 ini. “Belum ada keputusan, masih nunggu ha­sil nanti malam,” ungkapnya.

Rencananya memang, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Re­formasi Birokrasi (Menpan RB), Azwar Abubakar akan melakukan pertemuan den­gan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau Wakil Presi­den, Boediono untuk memba­has masalah ini. Setelah per­temuan tersebut, baru akan diputuskan bagaimana lang­kah selanjutnya yang akan ditempuh.

Buruknya kesiapan yang dilakukan pemerintah ini san­gat disayangkan. Pasalnya pihak pemerintah mengklaim telah menggandeng Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk menjaga keamanan ha­sil ujian ini. Namun sayang­nya, hal itu tidak dilengkapi dengan antisispasi banyaknya pengunjung web yang sangat banyak.

Tenaga honorer K2 sendiri yang mengikuti tes tulis be­berapa bulan lalu itu menca­pai 600 ribu. Sementara untuk formasi CPNS yang disiapkan hanya sekitar 150 ribu kursi. Mereka yang tidak lulus da­lam pengangkatan tahun ini masih dapat bekerja sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) sesuai dengan ketentuan baru dalam UU Aparatur Sipil Negara. (ahmadi/mardiana/mia/ga­tot/jpnn)