Pegawai K2 Diminta Waspada Penipuan

Batasan Pemberkasan CPNS 31 Maret

TANGERANG, SNOL Pasca diumumkan lolos dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Selasa (11/3) para pegawai K2 mendapatkan pengumuman tentang pemberkasan.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan, proses pemberkasan dilakukan setransparan mungkin dan tidak ada pungutan biaya. “Kalau ada yang minta uang kaitan dengan K2 laporkan ke saya,” tegas Arief yang langsung disambut tepukan dukungan dari para peserta.

Hal itu disampaikan Arief R Wismansyah saat memberikan Sosialisasi Tata Cara Pemberkasan CPNS yang diikuti oleh 859 pegawai Kategori 2 (dua) yang lulus seleksi CPNS, di Ruang Al Amanah Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (11/03). Pada kesempatan yang sama juga Arief menegaskan, pengangkatan dan penempatan pegawai di lingkup Pemkot Tangerang selama ini bukan didasari unsur politik, tetapi didasari oleh kompetensi dan profesionalitas pegawai.

“Jadi PNS harus konsekuen. Bukan hanya datang pagi pulang sore, kalau ada laporan banjir jam 10 malam, segera meluncur, berikan bantuan sesuai kemampuan. Pegawai juga, harus mengutamakan kepentingan organisasi. Jangan bangun ego sektoral,” tukasnya.

Kepala Badan Pegawai Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang, Dadi Budaeri mengatakan, pemberkasan CPNS K2 yang telah dinyatakan lolos seleksi rekrutmen tahun 2013 akan dilakukan mulai 24 Maret sampai 31 Maret 2014. Untuk itu, mereka diminta mempersiapkan lampiran yang diperlukan. “Rencananya, pemberkasan CPNS K2 akan dilakukan mulai 24 Maret sampai 31 Maret 2014, selama dua minggu. Jadwal tersebut sesuai surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 27 Februari 2014 yang berisi persiapan penetapan nomor induk pegawai (NIP),” kata Dadi.

Dijelaskan Dadi, pengumpulan berkas akan dilakukan dengan teliti untuk menghindari kesalahan atau ketidaklengkapan berkas. Selanjutnya, akan dilakukan pengecekan ke dinas masing-masing tempat tenaga honorer tersebut bernaung. Sebagian besar berada di bawah Dinas Pendidikan, sisanya tersebar di masing-masing SKPD. “Setelah pemberkasan dilakukan dan sudah diverifikasi kelengkapan lampirannya, maka hasil beserta verifikasinya akan segera dilaporkan ke Menpan dan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ucapnya.

Jika seumpama ada CPNS K2 yang mengundurkan diri sambung Dadi, maka posisinya akan digantikan oleh tenaga honorer yang memperoleh hasil penilaiannya urutan di bawahnya pada saat seleksi. “Kami minta kepada tenaga honorer K2, untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya penipuan,” pungkasnya.

Sementara kemarin sejumlah pejabat kembali mengalami mutasi. Nama Saeful Rohman yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Infomasi dan Komunikasi dilantik menjadi Asisten I. Berikutnya adalah Mulyanto yang sebelumnya Kabid Pengendalian Pendudukan Disdukcapil menjadi Sekretaris Dinsos. (jojo/made)