Nikmat Gurih Belut Sambal Ijo

Bersantap siang dengan menu belut goreng, pecek belut, atau gurihnya pepes belut plus sambal ijo yang disajikan dalam keadaan panas-panas? Hmmm… Coba saja langsung menu ini di Pondok Makan Belut, di Jalan Raya Mayor Widagdo No. 99, Pandeglang.
Di warung makan ini, disajikan berbagai olahan dengan bahan baku belut lewat tangan terampil hingga tersaji makanan nan sedap. Untuk merasakan nikmatnya panganan belut ini, anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, dan dijamin perut akan kenyang. Bahkan, bukan tidak mungkin anda ketagihan datang lagi merasakan kedahsyatan sajian makanan satu-satunya di warung makan ini.

Pondok Makan Belut berdiri atas keinginan dua rekan yaitu Rian Winarta dan Yadi. Berawal dari niat untuk membuka usaha sendiri, mereka memutuskan membangun warung makan dengan sajian berbeda. Ingin memberikan sensasi tersendiri, begitu tekad yang tertanam. Terlebih hingga saat ini belum ada pondok makan serupa di Pandeglang selain Pondok Makan Belut ini.

Kepada wartawan koran ini, Rian Winarta mengatakan usaha yang baru dirintisnya sebulan lalu ini sudah banyak dikunjungi orang. Rata-rata pelanggannya mulai dari kalangan anak sekolah, pegawai negeri sipil (PNS), karyawan dan kelompok masyarakat lainnya. Terlebih lokasi pondok makan ini cukup strategis, yakni berada di simpang jalan lintasan Pandeglang-Rangkas Bitung.

“Ya, prinsip kami buka usaha ini perlahan tapi pasti. Kenapa kami sebut Pondok Makan Belut, karena menu utama yang kami tawarkan adalah belut, ada belut goreng, pepes belut dan pecak belut,” kata Rian, Jum’at (19/10). Dia mengatakan,  untuk belut goreng dan pecak belut, satu porsi dihargai Rp 50 ribu, sedangkan belut pepes dihargai Rp 13 ribu per porsi.

Namun meski bernama pondok belut, tak melulu sajian yang ditawarkannya berupa olahan belut. Ada juga ayam bakar, karedok, ikan goreng, ikan bakar, tempe dan tahu goreng dan lain-lain. Tak ketinggalan soft drink disajikan sebagai pelengkap.

Ditambahkannya, rata-rata pengunjung yang datang untuk makan di tempatnya memesan belut, dan kalaupun yang tidak suka belut, disiapkan sajian makanan jenis lainnya. Sajian nikmat ini juga ditunjang oleh kepekaan pemilik untuk menata lokasi sedemikian rupa sehingga pengunjung betah dan merasa tidak terlalu sumpek. Sebab, satu meja bisa digunakan empat sampai enam orang.  “Mulai dari yang kecil, insyaallah kami rintis usaha ini dengan baik. Dan kami akan mempertahankan jenis pengelolaan semacam ini,” tambahnya.

Sedangkan untuk jenis sayurannya, di pondok makan itu juga menyediakan semur jengkol, cah kangkung dan berbagai menu makanan lainnya.  Karenanya dirinya berharap agar tempat makan itu bisa dijangkau oleh berbagai kalangan.  “Dalam sehari, rata-rata kami menghabiskan 5 Kg belut,” ujarnya lagi.

Sementara untuk jenis nasi, katanya, disiapkan dua model yaitu nasi putih biasa dan nasi liwet ikan teri. Jenis nasi yang terakhir ini dijadikan menu andalan. Dan yang terpenting, lagi-lagi semuanya disajikan serba dadakan agar resanya lebih nikmat dan lebih mengena di lidah para pelanggannya. “Yang tak dilupakan juga, untuk lebih merasakan mantapnya sambal ijo, disajikan lalapan,” imbuhnya.

Pengelola lainnya Yadi mengatakan, dalam setiap sajian, dibutuhkan waktu 2-5 menit saja. Sebab semuanya sudah diatur sedemikian rupa agar pengunjung tidak terlalu jenuh menunggu hidangan saat ingin makan, bahkan pelayanan menjadi utama bagi pengelola pondok makan belut ini.  “Kami berikan pelayanan maksimal kepada pengunjung, selain memberikan minum terlebih dahulu, senyuman adalah merupakan bagian dari pelayanan kami kepada pelanggan,” ungkapnya.

Salah seorang pengunjung dari Kabupaten Lebak Azis, mengatakan, sudah beberapa kali dirinya makan di tempat Pondok Makan Belut ini. Untuk rasanya menurutnya sangat berbeda dengan masakan belut di tempat lainnya. Meski menunggu agak sedikit lama, ujarnya hal itu terbayar puas oleh kelezatan yang didapatnya.

“Awalnya saya coba-coba, tapi rasanya bener-bener enak, bumbunya nyerep di lidah. Malah saya suka ngegado (nambul, red) belut goreng, yang rasanya sangat gurih,” tuturnya, sambil tersenyum, dan satu lagi menu minuman favoritnya yaitu es kelapa muda.(mardiana/made)