Flash Movers Karawaci, Kreasi Siswa SMA Islamic Center

Pernahkah anda berada di tengah-tengah kerumuman orang ketika musik dinyalakan mereka mendadak menari mengikuti alunan musik. Mereka adalah flash movers. Tradisi menari di tengah keramaian orang yang asal Amerika ini ternyata sampai juga di Tangerang.

Sekelompok siswa dari SMA Islamic Centre Kota Tangerang mengawali berdirinya komunitas ini. Bermula dari sekedar obrolan di kantin sekolah, Farizh Alevi, Satya Mulia, dan beberapa siswa lainnya berencana membuat suatu komunitas murah dan ramai.

Flash movers sendiri booming saat adanya film Step Up. Karya sineas Hollywood ini ternyata memberi contoh keriangan dalam menari di mana saja dan oleh siapa saja. “Akhirnya enggak hanya anak-anak dari SMA Islamic Centre saja, beberapa komunitas lain yang ada di kawasan Karawaci berkumpul untuk bergabung,” ujar Farizh, yang saat ini menjabat sebagai koordinator komunitas Flash Movers Karawaci.

Semua komunitas seperti yang saat ini diikutinya beat box, dan beberapa wadah anak muda lainnya, seperti Bboy, dan Skaters turut bergabung. Percobaan pertama pun dimulai, tidak disangka, Farizh dan beberapa temannya berhasil mengumpulkan sekitar 150 anak muda untuk menari secara otodidak dan spontan. “Setelah itu kita optimis kalau komunitas ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara menurut Satya, salah seorang pendiri yang juga anggota komunitas Flash Movers Karawaci,  jumlah anggota komunitas yang berdiri pada 25 September lalu itu sudah mencapai puluhan orang. Walau usia komunitas ini masih terbilang muda, yakni baru berjalan dua bulan, Flash Movers Karawaci sudah miliki lebih dari 50 anggota yang mereka sebut dengan panitia. “Sedangkan pendirinya ada sekitar 11 orang,” ungkap Satya.

Untuk memperlancar gerakan dan agar tidak terlihat asal, Satya menjelaskan, mereka sampai menyewa jasa sanggar yang berada di bilang Perumnas 4 Kota Tangerang guna melatih koreografi mereka. Maklum saja, anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, bukan murni dari para dancer. “Walaupun kita tidak diharuskan pintar koreo, tapi kita enggak mau asal dalam menari, makanya setiap Jumat dan Sabtu pasti latihan di Sanggar Cindy,” ungkapnya.

 

Terinspirasi Film Step Up

Step Up, film yang menonjolkan seni menari modern ini ternyata membius remaja Indonesia untuk melakukan hal yang sama. Berangkat dari film itu pulalah, Farizh Alevi (16) sang koordinator Flash Movers Karawaci memiliki ide menciptakan komunitas tersebut.

“Habis pulang nonton film itu, saya ajak ngobrol teman-teman di sekolah untuk mengumpulkan teman-teman komunitas lain di kawasan Karawaci,” ungkap pelajar yang masih duduk di bangku kelas 2 IPS itu. Dia pun menginginkan untuk menyatukan semua komunitas lain di Karawaci.

Karenanya, selain mengajak komunitas Beat Box yang sebelumnya lebih dulu ia ikuti, ada pula komunitas lain yang mau bergabung. Seperti Bboy, wadahnya pecinta break dance, skaters, hingga BMX.  “Biasanya, kan hanya sendiri-sendiri saja. Atau ada pula yang vakum. Jadi apa salahnya berkumpul dalam flash movers,” katanya. Selain itu menurut Farizh, menari di antara keramaian pun adalah cara berkumpul yang murah namun tetap bisa menjaga silahturahmi antar anggota.

Terlebih saat SMP dulu bersama Satya, Farizh mengaku hobi ngedance. Merasa hasrat dance-nya masih kental, remaja ini akhirnya melampiaskannya di flash movers.  “Dengan Flash Movers juga kita bisa nambah teman, siapa tahu ada warga di antara keramaian tersebut yang mau bergabung pada komunitas kami,” akunya.

 

Tampil di Televisi Nasional

Menginjak usia dua bulan, komunitas Flash Movers Karawaci ternyata sudah memiliki seabrek jadwal manggung. Terlebih karena konsep koreo Gangnam Style asal Korea yang mereka usung, maka panggilan dari berbagai pihak termasuk stasiun televisi pun menghampiri mereka. “Ya, kita sudah mau dua kali diminta untuk tampil di acara musik Dasyat nya RCTI,” ungkap Satya.

Mulanya pada Senin (5/11) lalu, berbekal sekali latihan penuh dan dua hari pematangan konsep, Satya dan puluhan anggota Flash Movers Karawaci lainnya tampil di hadapan publik Indonesia untuk pertama kalinya. Berbekal gerak lincah ala Gangnam Style semua kru acara musik beserta para penontonnya dibuat menari bersama. Merasa puas dengan penampilan Flash Movers Karawaci di hari Senin lalu, ternyata komunitas ini akhirnya dipanggil untuk kedua kalinya.

“Minggu (12/11) nanti rencananya kita akan tampil kedua kalinya untuk Dasyat,”ungkap siswa kelas 2 SMA Islamic Centre itu berpromosi. Karenanya, untuk mematangkan konsep tarian Gangnam Style dan gerakan lainnya, dia dan tim inti komunitasnya sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari.

Selain itu, mereka pun akan bergabung dengan komunitas flash mob lainnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada kegiatan car free day Minggu nanti. Padahal beberapa bulan sebelum penampilan mereka di Dasyat, Satya mengaku menguji cobanya di suatu komplek perumahan.

“Uji coba pertama kita di Kavling Perkebunan Karawaci, langsung 150 orang yang menari saat itu,” ungkapnya. Selanjutnya sebanyak 250 anak muda menari bersama di taman perempatan kantor. Saat itulah katanya, semua masyarakat di seputaran Tangerang mulai mengetahui aktifitas mereka. Hingga akhirnya, awal penampilan mereka diakui di pentas seni SMAN 5 Kota Tangerang. “Kami diundang pihak penyelenggara, saat itu hanya 50 orang dari kami. Selebihnya tanpa diduga, semua anak dan panita ikut menari Gangnam Style bersama kami,” ujar Satya.

Jika sudah berhasil mengajak bergoyang di keramaian orang, Satya mengaku punya kepuasan sendiri. “Ada kepuasan saja, kita bisa ajak menari semua orang yang enggak kita kenal,” ujarnya sembari tersenyum puas. (pramita/made)