Warga Serang Sekolah Pelayaran

Mahasiswa Pelayaran dan Warga Bentrok 14 MARET 2012

MAUK,SN Ratusan warga Desa Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang menyerbu kampus Sekolah Tinggi Pelayaran atau Badan Pendidikan atau Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Selasa (13/3) malam. Bentrokan terjadi diduga berawal dari saling ejek antara mahasiswa dan warga.
Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30.  Ratusan warga dengan membawa kayu dan batu menyerbu BP2IP yang berada di di Desa Tanjung Kait. “Keributan ini membuat jalan macet,” kata Tri, salah seorang pengendara motor yang terjebak kemacetan di sekitar lokasi tadi malam.
Menurut Tri, hampir satu jam lebih setelah massa berhasil dibubarkan polisi, kondisi jalan kembali normal. Namun, terlihat kondisi wisma kampus mengalami kerusakan pada bagian jendela dan sejumlah bagian lainnya. “Ada beberapa bagian gedung yang rusak, seperti jendela. Sepertinya akibat serbuan massa tadi. Soalnya banyak warga yang memegang batu dan kayu,” ucapnya.
Terkait penyerbuan ini, Kapolres Kota Tangerang Kombes Bambang Priyo Andogo membantah jika terjadi bentrokan. Menurutnya peristiwa bermula saat sejumlah mahasiswa BP2IP sedang melakukan olahraga malam dengan berlari di sekitar sekolah pelayaran. “Namun ada warga yang iseng mengejek siswa dengan kata-kata botak-botak,” katanya.
Lanjut Bambang, tak disangka ejekan itu justru memancing amarah mahasiswa BP2IP. Hingga mahasiswa melempar batu dan mengenai warga. Aksi ini menimbulkan ketegangan antara mahasiswa dan warga. “Warga rupanya tidak terima dengan perlakukan mahasiswa BP2IP,” tuturnya. Kemudian, warga berkumpul dan hendak menyerang kampus BP2IP.
Kendati demikian, Bambang menegaskan, bentrokan antara warga dan mahasiswa BP2IP tidak sampai terjadi. Karena aparat gabungan dari Polres Kota Tangerang dan tokoh agama, tidak lama langsung terjun ke lokasi untuk mengamankan lokasi dan menengahi. “Keributan ini pun berhasil diredam oleh Kapolsek dan tokoh agama setempat,” jelasnya.
Kemudian siswa BP2IP digiring polisi ke lokasi aman di salah satu losmen. Sedangkan warga digiring kembali ke perkampungan. Hingga lebih dari satu jam kondisi di Desa Tanjung Kait masih mencekam. (fajar aditya/hendra/deddy)