Rp 120 Triliun untuk JSS

SERANG, SN  Investor China menyatakan kesiapannya untuk menginvestasikan dana hingga Rp120 triliun untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, kepastian nilai investasi itu adalah hasil dari kunjungan ke China, Korea dan Hongkong saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Atut, China juga akan berinvestasi untuk pembangunan pabrik biji besi sebagai penunjang untuk kebutuhan produksi baja hingga Rp110 triliun. Untuk pembangunan pabrik biji besi ini, China akan bekerjasama dengan PT Krakatau Steel.
“Tapi tidak hanya China, Korea juga akan menginvestasikan dananya untuk pembangunan pabrik kimia Rp50 triliun di Banten,” ujarnya  usai membuka Acara Murenbang RPJMD Provinsi Banten, Selasa (3/4/2012).
Dari hasil kunjungan ke tiga negara itu, kata Atut, nilai investasi keseluruhan yang akan ditanamkan di Indonesia sebesar USD 17,6 miliar. Khusus investasi yang akan ditanamkan di Provinsi Banten sebesar USD 13,1 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi  dan Informatika Banten Husni Hasan mengatakan Banten telah mengkaji dua titik untuk pembangunan jalan tol di Banten. Kedua titik jalan tersebut diantaranya, Penghubung JSS – Tol Cilegon atau Serang – Labuan – JSS. “Untuk Detail Enginering Desain (DED) jalan tol, tengah dikaji oleh Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten,” kata dia.
Peletakan batu pertama untuk JSS diharapkan bisa dilakukan pada 2014. Jembatan yang akan dibangun itu akan memiliki total panjang 29 Km dengan lebar 60 meter. JSS ini akan menggunakan 2 x 2 lajur jalan mobil, dauble track KA di tengah, dan 2×1 jalur jalan motor.
Lokasi ditetapkan sejauh 50 Km dari Gunung Krakatau dan didesain tahan terhadap gempa dan tsunami. JSS akan melintasi 3 pulau, yaitu Pulau Prajurit, Pulau Sanghiyang dan Pulau Ular. JSS terdiri dari 2 jembatan gantung berbentang ultra panjang, yakni 3,5 Km dan 7 KM, serta tiga jembatan konvensional berbentang 6 – 7,5 Km. Biaya study dan jasa engineering USD 190 juta atau setera 1,8 triliun, Biaya konstruksi USD 9,810 juta atau 90,2 triliun, Waktu pelaksanaan konstruksi 6 – 10 tahun.

Atut Incar Jepang

Pemerintah Provinsi Banten menawarkan investasi untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang ke Jepang.
“Direncanakan pihak perusahaan pengembang KEK Pariwisata Tanjung Lesung yang sudah ditunjuk Banten akan bekerja sama dengan Jepang,” kata Atut. “Waktu kunjungan saya ke Korea bersama Bapak Presiden, Investor Korea juga berminat investasi di bidang pariwisata,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan operasional KEK Pariwisata Tanjung Lesung, Pemprov Banten sudah memasukkan program pembangunan infrastruktur penunjang KEK tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2017. Antara lain rencana pembangunan untuk mendukung operasional KEK tersebut, yakni pembangunan Bandara Banten Selatan dan jalan tol ke Banten Selatan.
“Karena operasional KEK itu maksimal 36 bulan setelah keluarnya PP pada bulan lalu, maka infrastruktur penunjang harus segera dibangun dan dimasukkan dalam RPJMD Banten,” kata Ratu Atut Chosiyah.
KEK Tanjung Lesung dibangun dengan konsep “water front city” di atas lahan seluas 1.500 hektare dikelilingi pagar. Kawasan pariwisata tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas modern, mulai jalan tol, rumah sakit internasional, hotel-hotel berbintang, hunian “long stay”, wahana olahraga, hingga wahana air.
Diperkirakan investasi yang akan ditanam untuk pengembangan pariwisata Tanjung Lesung sebagai KEK Pariwisata tersebut sekitar Rp60 triliun.(eman/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.