Polisi Bedil Perampok Spesialis Rest Area

TANGERANG, SNOL Aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang berhasil menangkap komplotan perampok yang biasa beroperasi di Rest Area Karang Tengah, Jalan Tol Merak-Jakarta KM 14, Kecamatan Cipondoh. Para tersangka adalah Kodir (36), M. Jamil (26) dan Herwin (30).
Dua di antaranya, terpaksa dihadiahi timas panas di kaki mereka lantaran melawan saat berusaha merebut senjata milik petugas. Penangkapan bermula ketika korban bernama Noldy Sony Ferdinal yang berasal dari Lampung bermaksud mengirim order berupa 16 ton berupa pakan ternak datang ke gudang sebuah perusahaan bernama CMS di Purwakarta, Jawa Barat menggunakan sebuah truk Fuso. Apesnya, truk Fuso itu ternyata disopiri salah seorang tersangka, M. Jamil. Tanpa dia sangka, di dalam perjalanan diam-diam Fuso itu diikuti sebuah mobil Xenia komplotan Jamil.
Sesampai di Rest Area Karang Tengah, mendadak truk Fuso bernopol BE-9046-AQ itu mengalami pecah ban. Saat itu, korban turut membantu mengganti ban. “Tiba-tiba datang dua orang menodongkan senjata tajam, kedua kaki dan tangan saya diikat, muka ditutup dengan handuk,” ujar Noldy, Selasa (15/1).
Kemudian, Noldy yang merupakan wakil pemilik order ini dimasukkan ke dalam mobil di jok tengah truk Fuso tersebut sambil ditendang di bagian dada sebanyak dua kali. Dalam keadaan mata tertutup itu, korban terus dibawa sampai di Sukabumi. “Kejadian di Rest Area Karang Tengah Jalan Tol Merak, Jakarta KM 14, Cipondoh, Sabtu (12/1) pukul 01.00 pagi,” jelasnya.
Entah bagaimana caranya, ketika sampai di Sukabumi, korban berhasil meloloskan diri dan akhirnya melapor ke pihak kepolisian terdekat. “Polsek Sukabumi berkordinasi dengan kita dan langsung melakukan penangkapan, tapi dua orang masih dalam pengejaran sampai sekarang” ujarnya.
Ketika ditangkap kedua pelaku nekad merebut pistol petugas sehingga petugas terpaksa menembak dua tersangka. Hasil kejahatan itu rencananya akan dijual kepada penadah di Cirebon.
Polres Metro Tangerang Kota berhasil menyita barang bukti berupa satu unit truk Fuso, 16 ton pakan ayam, satu bilah golok, satu buah tali tambang, satu buah handuk, serta satu buah telepon genggam. “Para pelaku terkena pasal 365 dengan ancaman 12 tahun penjara,” ucap Suharyanto. Sementara salah seorang pelaku Jamil (26) mengatakan dia dijanjikan mendapat bagian sebesar Rp 3 juta untuk aksi ini. Tersangka berdalih melakukan pencurian ini karena faktor ekonomi. (pramita/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.