Eks Pekerja Geruduk Gudang Batavia Air

BANDARA, SNOL Minta kejelasan nasib, ratusan mantan pegawai Batavia Air mendatangi Batavia Training Center (BTC) di Komplek Pergudangan Bandara Mas, Selapanjang, Kota Tangerang. Mereka menuntut nasib, pesangon, hingga pengembalian ijazah pendidikan terakhir yang masih ditahan kurator.
Ratusan pegawai tersebut mendatangi komplek pergudangan sejak pukul 09.00, Senin (4/2). “Satu hari sebelumnya kami mendapat sms dari nomor yang tidak dikenal. Isi sms menyuruh kami untuk datang ke BTC hari ini (kemarin,red) jam 09.00 pagi. Katanya akan ada penjelasan tentang nasib kami dari managemen,” ungkap Bayu Senomaroto, salah seorang mantan karyawan Batavia Air di bagian mesin selama 4 tahun.
Menerima sms berantai dari seseorang yang tidak tahu asalnya itu, langsung membuat ratusan mantan pekerja Batavia Air berkumpul di BTC. Bukannya kejelasan nasib yang didapat, lagi-lagi mereka mendapat harapan hampa, karena tidak adanya manajemen maupun kurator yang hadir. “Entah mereka yang membatalkan atau kita mendapat sms palsu. Kecewa yang jelas,” ujar Bayu.
Para pekerja, ujar Bayu, menuntut adanya kepastian dari pihak manajemen terkait adanya uang pesangon sesuai undang-undang ketenaga kerjaan, dan beberapa hak lain yang harus diterima para pekerja. “Barang pribadi saya seperti perlengkapan bekerja itu masih ada di dalam, karena kurator keburu menyegel gudang ini, ya jadi semua barang pribadi kami pun masih ada di dalam,” tungkas Bayu.
Tidak hanya barang pribadi milik para pekerja, ijazah pendidikan terakhir pun masih disimpan di perusahaan. Seperti yang dialami Ridho Hanif, salah seorang pekerja yang dulunya bekerja di bagian RAMP. “Ijazah saya sudah dari 2010 ditahan sampai sekarang. Kalau pailit begini saya enggak tahu nasib selanjutnya gimana,” ungkap Ridho.
Ijazah tersebut ditahan, saat Ridho mengikuti diklat aircraft mareseling pada tahun tersebut. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.