DKP Door to Door Pungut Retribusi Sampah

TANGERANG, SNOL Mulai tahun ini retribusi sampah akan langsung dipungut oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang secara door to door ke rumah-rumah warga. Hal ini untuk mengejar target retribusi dari sektor sampah yang mencapai Rp 8 miliar.
Hal itu dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Pengangkutan Dinas Kebersihan dan Pertamanan saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Sahri Kamis (6/2). Menurut Sahri, untuk mengejar target retribusi sampah tersebut, pada tahun ini petugas akan langsung turun ke rumah-rumah warga melalui Ketua RT dan RW masing-masing. “Untuk rumah tipe 45-70 sebesar Rp 7500, tipe 70 ke atas sebesar Rp 12 ribu, sementara untuk rumah-rumah warga biasanya sebesar Rp 1.500,” ujar Sahri.
Untuk target di Kelurahan Jurumudi Baru lanjut Sahri, per bulannya sebesar Rp 8-9 juta khusus untuk perumahan saja. Sementara untuk retribusi pabrik, ruko ataupun gudang-gudang perusahaan itu berbeda. Hal ini sesuai Perda No 1/ 2011 terkait Retribusi Sampah. “Mudah-mudahan dengan program door to door ini, target retribusi dari sampah bisa tercapai. Masing-masing kelurahan memiliki target yang berbeda tergantung jumlah KK,” tukasnya.
Sementara Camat Benda Maryono mengaku sangat prihatin karena pola hidup bersih masyarakat di wilayahnya masih sangat kurang dalam membuang sampah pada tempatnya. “Saya sangat prihatin masih ada masyarakat yang membuang sampah di sungai, sedangkan ada keranjang sampah di sebelahnya,” ucap Maryono saat menghadiri Musrenbang Kelurahan Jurumudi Baru.
Untuk itu Maryono meminta kepada Lurah Jurumudi Baru memberikan sosialisasi kepada warganya, sehingga masyarakat bisa mengerti tentang bahaya akibat membuang sampah sembarangan. Lurah Jurumudi Baru, Junijar menambahkan untuk memudahkan penanganan sampah di wilayahnya, tahun ini setiap RW diberikan gerobak untuk mengangkut sampah dari warga ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS). “Tahun ini kami berikan sembilan gerobak sampah kepada masing-masing RW, sehingga diharapkan sampah-sampah ini bisa terangkut dan tidak menumpuk,” tegas Junijar. (jojo/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.