Korban Banjir Dipermudah Urus Administrasi Kependudukan

TANGERANG, SNOL Banjir yang melanda Kota Tangerang dalam kurun waktu tiga pekan terakhir, menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Selain harta benda, tak jarang barang-barang berharga mereka hilang atau rusak. Tak terkecuali dokumen-dokumen penting, seperti dokumen administrasi kependudukan (adminduk) seperti Kartu Tanda Pendudukan (KTP), Kartu Keluarga (KK), akte lahir sebagainya.
Untuk membantu mengurangi kerugian masyarakat tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang melakukan layanan jemput bola di lokasi pengungsian Kecamatan Periuk dan Ciledug yang merupakan titik banjir terparah, dengan mengerahkan mobil KTP keliling.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang Mulyanto mengatakan, pelayanan jemput bola ini sesuai instruksi Walikota Tangerang untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat korban banjir yang hilang surat-surat administrasi kependudukannya. “Selama banjir kemarin, kami mendata warga yang kehilangan atau dokumen kependudukannya rusak di Kecamatan Periuk dan Ciledug sebanyak 66 KTP, 5 KK dan 20 akta lahir, sudah dibuatkan kembali,” ujar Mulyanto, Kamis (13/2).
Dijelaskan Mulyanto, bagi warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan yang hilang atau rusak cukup melampirkan fotocopy-nya, baik KTP maupun KK. Jika tidak ada warga cukup mencatat nomor penduduknya atau nomor induk penduduk. Nantinya petugas akan mencocokkan di database yang ada di komputer. Jika data yang diberikan warga akurat, KTP akan langsung dicetak.
“Untuk akta lahir akan diproses selama sepekan. Di tempat ini juga dilakukan perekaman e-KTP bagi warga yang belum melakukan perekaman, karena mulai Januari 2014 semua bentuk pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil gratis. Tak ada biaya apapun,” ucapnya. Agus (40) warga Perumahan Periuk Damai Kecamatan Periuk mengaku senang adanya layanan jemput bola tersebut. Apalagi ia salah satu korban banjir yang kehilangan KTP. Sehingga ia tak perlu repot mendatangi kantor kelurahan, yang jaraknya cukup jauh.
“Alhamdulillah, pelayanan mobil keliling Disdukcapil ini sangat membantu kami para korban banjir. Sebab, hanya menunjukkan fotocopy KTP yang hilang, petugas langsung memprosesnya, diambil fotonya dan KTP langsung jadi. Tapi ini KTP manual atau reguler, bukan yang elektronik. Untuk KTP elektronik nunggu prosesnya lagi,” ucap Agus. (jojo/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.