Pemkot Diminta Tata Perparkiran

TANGERANG, SNOL—DPRD Kota Tangerang meminta Pemkot melakukan penataan terhadap kawasan parkir khusus yang telah ditetapkan. Penataan diperlukan untuk memperjelas keberadaan juru parkir yang dilindungi oleh preman.     Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Hilmi Fuad mengatakan, untuk di Pasar Anyar dua instansi yakni Dinas Perhubungan dan PD Pasar memiliki landasan hukum untuk memungut retribusi parkir. Yang menjadi permasalahan, katanya juru parkir di luar instansi tersebut, yakni yang ada di sepanjang pertokoan di dalam kawasan itu.

“Ya kalau Dishub mengelola kawasan parkir khusus, salah satunya di Pasar Anyar sementara PD Pasar mengelola yanga ada di wilayahnya, keduanya wajar karena dibebankan target pendapatan oleh Pemkot. Akan tetapi yang di luar itu yang tidak memakai rompi resmi dari Dishub tetapi memungut atas nama parkir yang harus diperjelas,”ujar Hilmi.

      Ditambahkan politisi PKS ini, selama ini ketika melakukan rapat dengar pendapat kedua instansi pemda itu, hanya memberikan informasi secara general. Tidak dijelaskan pendapatan yang diperoleh dari jukir yang lainnya apabila hal tersebut memang dikerjasamakan oleh Dishub. Dikatakannya, apabila sudah dipungut retribusinya di pintu masuk, seharusnya sudah tidak ada lagi retribusi. Hal inilah, katanya yang harus diperjelas dan ditata kembali. “Harus ditata kembali, tidak masalah kalau juru parkir dari masyarakat dikaryakan, tetapi harus jelas pelaporan apakah ada bagi hasilnya atau tidak,”ungkapnya.

      Hal senada dikatakan oleh Sekretaris Komisi III Wawan Anwar. Diakuinya, terjadi pungutan retribusi secara dua kali yang dilakukan oleh Dishub dan PD Pasar, akan tetapi dirinya tidak mengetahui keberadaan jukir yang ada di pertokoan yang masih dalam kawasan Pasar Anyar. Dikatakannya, seharusnya kalau ada jukir hanya bersifat menjaga karena masyarakat atau konsumen sebagai pengguna jasa parkir juga berhak atas pelayanan yang retribusinya dibebankan kepada masyarakat.

Pasalnya kalau hal itu terjadi, setiap berpindah toko akan dikenakan parkir maka akan sangat merepotkan dan membebankan masyarakat. “Seharusnya hanya sekali saja dikenakan pada saat masuk kawasan. Pada saat hearing nanti kami akan meminta penjelasan kepada Dishub terkait keberadaan jukir tersebut,”ungkapnya.

      Sebagaimana diketahui untuk masuk Pasar Anyar, dua instansi pemerintah yakni Dinas Perhubungan dan PD Pasar melakukan pungutan retribusi parkir. Di pintu masuk yang dijaga petugas berseragam Dishub, pemilik kendaraan motor dipungut Rp 1.000, sementara ketika akan masuk ke dalam pasar, kembali pemilik kendaraan kembali diminta membayar Rp 2.000. Atas pungutan ini, pemilik kendaraan tidak mendapat pelayanan atau fasilitas apapun dari dinas terkait.

Akibatnya, hal ini dimanfaatkan oleh juru parkir liar yang kembali memungut jasa parkir khususnya ketika hendak berbelanja di toko depan Pasar Anyar. Ironisnya, juru parkir liar ini ‘berkuasa’ di masing-masing tempat tertentu, khususnya di depan pertokoan. Tak mengherankan, pemilik kendaraan menjadi bulan-bulanan’ jukir lantaran harus selalu membayar parkir apabila hendak mencari keperluan dari satu toko ke toko lainnya.

Sebelumnya Wakil Walikota Tangerang Sachrudin juga meminta Satpol PP untuk segera melakukan langkah – langkah pendekatan, terkait keberadaan parkir liar. Hal itu agar tidak semakin mengganggu dan meresahkan warga.

Wakil berpendapat keberadaan parkir liar tersebut bila terus dibiarkan akan berdampak semakin parah, dan meresahkan warga. “Nantinya bisa berdampak pada konflik, ataupun perebutan lahan, apalagi jika dilihat wilayahnya bukan semakin berkurang malah semakin melebar,” tegasnya.

Selain itu juga menurut Wakil, parkir liar ini akan berdampak pada citra Pemerintah Kota, dimana para pelaku kerap membawa nama instansi pemerintah, seolah-olah apa yang mereka lakukan legal dan lindungi secara aturan.

“Biasanya mereka akan membawa nama pemerintah pada saat meminta jatah baik dari pengguna parkir maupun dari pedagang setempat,” kata Sachrudin. (catur/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.