Pencurian Lampu Penerangan Jalan Marak

TIGARAKSA,SNOL—Aksi pencurian Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) makin merajalela. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Tangerang dibuat geram oleh ulah para pelaku, karena membuat jalan utama seperti di Tigaraksa menjadi gelap. Tidak hanya itu, pemerintah pun merugi hingga ratusan juta rupiah.“Seperti di daerah Kecamatan Tigaraksa yang beberapa waktu lalu padam, karena jaringan yang rusak akibat pencurian lampu PJU. Meski rajin dilakukan pemeliharaan tapi sering kali terjadi pemadaman. Di tempat lain kami pasang, tapi di lokasi lain ada oknum masyarakat yang sengaja mencuri lampu penerangan ini,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik kepada Satelit News, saat ditemui di gedung Setda, Tigaraksa, Selasa (10/11).

Taufik menambahkan, adanya pencurian tersebut menyebabkan pekerjaan pemerintah menjadi bertambah. Padahal, kerugian yang diderita pemerintah akibat tindakan kriminal tersebut mencapai ratusan juta. Pemerintah pun berupaya menekan aksi pencurian dengan menerapkan sistem pengawasan secara mobile atau berkeliling.

“Sabtu dan Minggu terkadang ada petugas yang selalu mobile melakukan pengawasan. Sekaligus melakukan pembersihan limbah masyarakat yang ada di jalan. Meskipun tidak semua pegawai melakukan pengawasan di hari libur,” kata Taufik.

Selain masalah pencurian, kata Taufik, padamnya lampu PJU di beberapa titik disebabkan tidak stabilnya jaringan listrik sehingga banyak lampu yang rusak. Selain itu, lampu yang sudah terpasang melebihi batas waktu perawatan yang ditentukan yakni dua tahun. Kondiis itu membuat daya tahan lampu itu menjadi sedikit berkurang.

“Umumnya lampu yang padam adalah lampu yang masanya memang sudah lama, sedikit menua. Oleh karenanya pada tahun ini Pemkab Tangerang menjadi memasukan program pemasangan lampu dalam 25 program unggulan,” imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya telah memasangkan lampu PJU pada 60 titik yang tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Pemasangan lampu dengan anggaran Rp6 miliar itu difokuskan pada jalan-jalan utama, dengan jumlah total sebanyak 1000 lampu.

“Titiknya pada daerah yang dianggap rawan kejahatan dan rawan kecelakaan lalu lintas. Dalam satu titik bisa mencapai 20 lampu PJU yang dipasangkan. Namun tergantung wilayahnya. Jika sudah ada lampu paling hanya dilakukan penambahan saja, sehingga lampu yang tersisa bisa dipasangkan pada wilayah lain yang kekurangan lampu jalan,” jelas Taufik.

Selain memasangkan lampu jalan, kata Taufik, pihaknya juga sedang merencanakan pemasangan lampu taman di kawasan Pusat Pemkab Tangerang. Lampu tersebut dipasangkan guna mempercantik kawasan tempat bupati bekerja.

“Konsepnya nanti akan mengelilingi wilayah Pusat Pemkab. Lampu yang dipasangkan adalah lampu taman dengan modelnya seperti pohon. Jadi satu tiang bisa dua lampu yang dipasangkan. Anggarannya cukup mahal dan disediakan oleh pemerintah sebanyak Rp1 miliar untuk pemasangan lampu tersebut. Akhir tahun ini semua pemasangan sudah selesai sesuai jadwal,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Dedi Sutardi mengungkapkan harus ada tindakan cepat dari petugas DKP dalam memperbaiki lampu PJU yang mati, sehingga tidak perlu ada respon negatif dari masyarakat yang mengeluhkan kondisi tersebut.

“Lakukan koordinasi dengan PLN baiknya seperti apa. Jangan sampai ada korban kecelakaan akibat penerangan jalan yang rusak. Harapannya akan ada terus peningkatan pelayan terhadap masyarakat dalam hal penerangan jalan. Untuk masyarakat juga harus memperhatikan bahwa adanya lampu berguna menghindarkan terjadinya kejahatan. Jaga fasilitas tersebut bukan ikut menjadi penjahatnya dengan mencuri lampu PJU,” pungkasnya. (mujeeb/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.