Potensi Wisata Melimpah, Pendapatan Daerah Rendah

PANDEGLANG,SNOL–Sektor pariwisata di Kabupaten Pandeglang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. Untuk lebih memaksimalkan pengelolaan potensi pariwisata, butuh gagasan kreatif dan ide brilian, sehingga pengelolaan sektor unggulan tersebut dapat menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).“Pengembangan sektor pariwisata tidak bisa hanya dilakukan oleh Disparpora. Seluruh SKPD harus terlibat aktif, termasuk para steakholder seperti para Pemandu wisata, Balawista, Seniman, Budayawan dan komponen lainnya. Kami juga berencana, menggagas kerjasama dengan Perhutani,” kata Imron Mulyana, Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pengelolaan Objek Wisata pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pandeglang, Selasa (10/11).

Dia mengakui, objek wisata yang selama ini dikelola oleh Pemkab yaitu wisata kolam renang Cikoromoy dan wisata kolam rendam Air Panas Cisolong yang PAD nya tidak seberapa, serta belum bisa dimaksimalkan pengelolaannya. Mengingat APBD Pandeglang masih sangat terbatas.

Tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi ke wilayah Pandeglang, tidak secara otomatis berbanding lurus dengan capaian PAD, karena mereka berkunjung ke lokasi wisata milik swasta, yaitu kawasan wisata pantai Carita dan lokasi wisata buatan lainnya.

“Retribusi wisata tidak ada, yang ada hanya retribusi parkir. Mungkin itupun dikelola langsung oleh pihak ketiga. Selama ini kami tidak pernah menarik retribusi pariwisata,” tambahnya, seraya enggan menyebutkan target PAD di tahun 2015 ini.

Koordinator Balawista Carita Ade Ervin menuturkan, pantai Carita masih menjadi daerah tujuan kunjungan wisatawan. Terbukti, hampir setahun dua kali atau khususnya di musim libur panjang, libur sekolah dan libur hari raya, situasi disepanjang pantai Carita masih padat.

“Kami tidak menempatkan anggota di semua kawasan pantai, hanya beberapa saja karena keberadaan kami ini sifatnya tergantung siapa yang membutuhkan dan kesiapan pemilik lokasi wisata,” ujar Ervin.

Dalam Undang-undang kepariwisataan, diwajibkan semua pengelola kawasan wisata pantai menempatkan petugas pengamanan pantai. Bahkan, Pemkab harus menjamin keselamatan dan perlindungan kepada wisatawan yang berkunjung ke daerahnya. “Posko kami ada di Lippo Carita, Pantai Pasir Putih, Baka-baka Cottage,” tandasnya.

Anggota komisi IV DPRD Pandeglang E Supriadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung semua program SKPD terkait pengembangan kepariwisataan. Dewan akan mendorong lewat kebijakan, serta pembuatan regulasinya jika dibutuhkan. Oleh karena itu, perlu kiranya intensitas koordinasi antar lembaga.

“Potensi melimpah, harus dikelola secara baik. Pemberdayaan dan pemanfaatan sektor pariwisata, akan menunjang peningkatan perekonomian masyarakat,” imbuhnya. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.