Tangsel Masuk Wilayah Tertinggi Kekerasan Seksual Anak

SERPONG, SNOL–Status tak menyenangkan disandang Kota Tangsel. Pasalnya Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menegaskan, wilayah pemekaran Kabupaten Tangerang ini masuk dalam tahap darurat kekerasan seksual terhadap anak. Hal ini dilihat berdasarkan data sejak Januari-September 2015, tercatat ada 67 kasus tindak kekerasan terhadap anak usia di bawah 17 tahun. Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menegaskan, kondisi darurat ini bisa dilihat dari terus meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak setiap bulan.

“Kasus kekerasan terhadap anak juga kami temukan di dua wilayah lainnnya, yaitu di Kota Tangerang dan Kota Tangsel. Tapi yang baru-baru ini, banyak temuan kasus di wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Arist, beberapa waktu lalu.

Salah satu pemicu semakin meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Tangerang ialah kemudahan mengakses konten ponografi. Selain itu, lemahnya pengawasan orang tua kepada aktivitas dan perilaku anak dalam kesehariannya.

Menanggapi temuan tersebut, Walikota Airin Rachmi Diany akan terus gencar membuat program untuk menurunkan angka tersebut. “Ya jadi intinya yang sudah pasti kita ada satgas perlindungan anak. Sesungguhnya di banyak daerah pun ada, tapi di Tangsel ini banyak yang melaporkan. Ini sesuatu yang baik, tapi baik dalam arti masyarakat mau menyampaikan, sehingga kita bisa menindaklanjutinya,” jelas Airin.

Airin juga telah berdiskusi dengan Kapolres Tangsel mengenai rumah aman yang ada di Tangsel. Untuk masyarakat yang mendapat kekerasan dalam rumah tangga, nanti disampaikan ke rumah aman ini.

“Tapi rumah aman ini juga discreening agar tidak sembarangan. Jadi kita akan integrasikan dengan satgas perlindungan anak yang kita punya P2TP2A dan dengan keberadaan Polres Tangsel bisa segera ditindaklanjuti. Berbeda dengan dulu harus koordinasi dengan Jaksel atau kota Tangerang,” paparnya.

Soal pembangunan rumah aman kapan akan direalisasikan, Airin masih belum tahu. Sebab itu merupakan program Polda. “Tapi pada intinya kami siap. Kami kan ada satgas perlindungan anak sampai tingkat RW, ini yang kita harapkan bisa bersinergi sehingga tim reaksi cepat bisa segera menangani. Karena untuk penindakan dari kepolisian, kalau kita hanya berupa konseling dari P2TP2A,” paparnya.

Airin berharap, dengan program Tangsel sebagai Smart City yang memiliki wifi gratis dan lainya, pihaknya sudah sampaikan ke provider yang mau kerjsama untuk minta untuk internet sehat. “Kalau untuk menutup kemeninfo, tentunya harapan kita segera ditindaklanjuti agar medsos dan lainnya yang tidak sehat tidak terjadi,” pungkasnya. (pramita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.