Tersangka Korupsi Kubangsari Dijebloskan ke Penjara

CILEGON,SNOL— Jhony Husban, tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan tiang pancang Pelabuhan Dermaga Kubangsari Kota Cilegon Tahun 2009 senilai Rp49,1 miliar, dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon. Jhony akan menjalani masa penahanan selama 20 hari kedepan.Penahanan terhadap mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cilegon itu setelah tim penyidik Kejati Banten yang diketuai Fajar Hermanto, melimpahkan berkas tahap II ke Kejari Cilegon. “Tersangka Jhony Husban ditahan di Lapas untuk kasus korupsi Kubangsari,” ujar Kasi Intel Kejari Cilegon Deji Permana saat dihubungi Satelit News, Selasa (10/11).

Penyidikan perkara limpahan KPK RI dalam kasus korupsi Kubangsari jilid II ini tidak hanya menyeret Jhony Husban selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut. Penyidik Kejati Banten juga menetapkan Supadi selaku Direktur PT Galih Medan Perkasa sebagai tersangka namun berkas tahap II untuk tersangka belum dilimpahkan oleh penyidik Kejati. “Cuma satu berkas untuk Jhony,” jelas Deji.

Sumber di Kejati Banten yang enggan disebutkan namanya menyatakan tersangka Supadi belum bisa dilimpahkan tahap II-nya karena yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan. “Dia lagi dirawat di rumah sakit di Jakarta. Informasi dari dokter, dia mengalami kebocoran jantung,” jelas sumber itu.

Sekedar diketahui, kasus korupsi Kubangsari sebelumnya telah menyeret mantan Walikota Cilegon, Tb Aat Syafaat. Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Serang, Ayah Tb Iman Ariyadi itu divonis tiga tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim. Aat juga diwajibkan membayar denda Rp400 juta subsider tiga bulan penjara, dan uang pengganti Rp7,5 miliar.

Dalam surat dakwaannya, Aat didakwa melakukan korupsi bersama-sama dengan Jhony Husban selaku PPK proyek tersebut, dan Lizma Imam Riyadi (almarhum), Direktur PT Baka Raya Utama (BRU) selaku kuasa PT Galih Medan Perkasa (GMP).

Dalam perkembangannya, KPK melimpahkan kasus ini kepada kejati Banten untuk diproses lebih lanjut. Menindaklanjuti hal tersebut, tidak lama berselang, Kejati Banten menetapkan Jhony Husban PPK proyek pembangunan dermaga (terstle) Pelabuhan Kubangsari Kota Cilegon dan Direktur Utama PT Galih Medan Perkasa (GMP) Supadi sebagai tersangka. (fahmi/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.