Utang Raskin Tangerang Tembus Rp 7,9 Miliar

TANGERANG,SNOL—Utang pembelian beras sejahtera (Raskin) di seluruh wilayah Tangerang kepada PT Bulog Subdrive Tangerang cukup fantastis. Jika dijumlahkan, tunggakan yang belum dibayarkan mencapai Rp 7,9 miliar. Data tunggakan tersebut terhitung per 9 November 2015. Tunggakan terbesar berasal dari Kabupaten Tangerang sebesar Rp 6 miliar lebih. Di urutan kedua sebesar Rp 1,4 miliar lebih dan Kota Tangsel sebesar setengah miliar rupiah.Kepala Bulog Subdrive Tangerang, Sri Handiyani mengatakan tunggakan pembayaran raskin tersebut sifatnya berjalan. Sehingga setiap hari bisa saja terjadi perubahan.

“Setiap hari dimungkinkan utangnya akan berkurang. Lebih bagusnya memang seminggu setelah raskin disalurkan pembayarannya harus sudah masuk,” kata Dian, sapaannya saat ditemui di kantor Bulog Subdivre Tangerang, Jalan Moh Toha KM-4 Kecamatan Periuk Kota Tangerang.

Dian menegaskan, jika pembayaran tidak dilakukan melebihi waktu yang ditetapkan maka desa atau kelurahan bersangkutan tidak akan menerima jatah raskin bulan berikutnya. Akibatnya, terjadi penumpukan beras di gudang Bulog yang dapat menurunkan kualitas mutu beras.

“Beras untuk orang miskin kualitasnya kelas medium. Apabila ada desa atau kelurahan yang belum menerima pagu raskin berjalan berarti masih ada tunggakan. Pasti kalau penyalurannya terhambat ada penurunan kualitas,” jelas Dian.

Menurutnya, Bulog sudah menyiapkan beras sesuai rumah tangga sasaran yang dipesan pemerintah. Dia menuturkan, sebaiknya memang pembayaran harus tepat waktu supaya tidak ada penurunan kualitas mutu beras.

“Kekuatan beras itu kan disimpan dalam jangka waktu 3 bulan, kalau diambil dalam jangka waktu 5 bulan ya jelas turun. Nanti kita lagi yang kena komplain.,” tuturnya.

Dia menjelaskan, yang lebih tepatnya seminggu setelah masyarakat menerima raskin seharusnya desa/kelurahan sudah menyetor kembali ke bulog melalui bank. Selama ini masih belum on time di hampir semua kelurahan.

“Saya berharap dinas yang menjadi leading sektor dapat mendorong masing-masing kelurahan untuk on time schedule serta pembayaran,” harapnya.

Dian mengungkapkan, Kota Tangerang di tahun 2015 mendapat jatah raskin reguler dan raskin 13 sebanyak 710.910 kg atau 711 ton per bulan yang akan diberikan kepada 47.394 rumah tangga sasaran (RTS). Sementara tingkat penyaluran raskin reguler mencapai 86,87 persen dan raskin 13 sebesar 19,45 persen dari total pagu bulanan.

Kemudian Kabupaten Tangerang mendapatkan jatah raskin reguler, raskin 13 dan raskin 14 sebanyak 2.206.350 kg atau 2.206 ton perbulan yang akan diberikan kepada 147.090 RTS. Sementara tingkat penyaluran raskin reguler mencapai 87,47 persen, raskin 13 sebesar 30,77 persen dan raskin 14 sebesar 14,96 persen dari total pagu raskin bulanan.

Kota Tangsel mendapatkan jatah raskin reguler dan raskin 13 sebanyak 250.155 kg atau 250 ton per bulan yang akan diberikan kepada 16.677 RTS. Tingkat penyaluran raskin reguler mencapai 87,56 persen dan raskin 13 sebesar 81 persen.

“Masing-masing RTS mendapat 15 kg dengan harga 1600/Kg. Mengenai besarnya tunggakan di tiga wilayah kalau mau dibayarkan oleh pemda ya baik juga tapi tergantung pemda-nya karena harus ada administrasi perencanaannya. Kita senang hati demi kelancaran distribusi lagi,” ungkapnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Solihin mengatakan, dirinya belum mengetahui adanya tunggakan sebesar itu. Menurutnya, yang lebih mengetahui persoalan pembayaran adalah lurah.

“Kendalanya dimana Lurah yang mengetahui karena langsung berhubungan dengan masyarakat,” katanya. Namun demikian, pihaknya akan menindaklanjuti informasi ini agar penyaluran raskin dapat berjalan lancar.

Terkait rencana penyaluran raskin secara gratis, pria yang akrab disapa Liking ini menjelaskan, sejauh itu untuk kepentingan masyarakat dirinya sangat mendukung. Dalam penyaluran raskin harus benar-benar kepada orang yang tepat sasaran.

“Kalau misalkan ada bantuan dari pemerintah, saya setuju saja selama yang menerima raskin adalah orang yang pantas. Jangan salah sasaran atau diterima kalangan tertentu saja,” tukasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tangerang Iis Aisiyah Rodiah memaparkan, beberapa penyebab yang membuat alokasi raskin tidak mencapai target karena hampir seluruh wilayah Kelurahan di Kota Tangerang memiliki masalah terkait pendistribusian. Biasanya karena tidak ditebus warga atau ada penunggakan pembayarannya.

Berdasarkan laporan yang diterima DKPP Kota Tangerang tertanggal 20 Oktober 2015 dari Bulog, semua kecamatan memiliki masalah terkait pembayaran. Ada dua sampai tiga kelurahan di setiap kecamatan masih ada tunggakan kepada Bulog. DKPP Kota Tangerang tak punya kapasitas dalam mengelola keuangan terkait setoran uang raskin karena tugasnya memonitoring dan mengevaluasi setiap pendistribusian raskin.

Iis Aisiyah menambahkan, program DKPP Kota Tangerang pada tahun 2016 menyediakan raskin untuk masyarakat secara gratis, dan proses pengajuannya sudah sampai kepada Walikota Tangerang.

“Insya Allah tahun depan kita yakin gratis, dan untuk para koodinator Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat agar menyelesaikan tunggakannya karena pagu raskin 13 dan 14 tidak akan turun jika belum lunas, walaupun kita sudah mengusahakan membuat surat permohonan alokasi kepada Bulog untuk beras Raskin ke 13,” pungkasnya kepada Satelit News belum lama ini. (uis/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.