Wakil Bupati Peringatkan Dinkes

LEBAK,SNOL–Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, mengaku kesal dengan masih banyaknya masyarakat yang belum terlayani secara maksimal dibidang kesehatan. Ia meminta, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengintensifkan pembinaan pegawainya dan terus meningkatkan kualitas kerja.Menurut Ade, kesehatan merupakan kebutuhan pokok (dasar) masyarakat selain pendidikan dan infrastruktur jalan. Ketiga unsur itu harus menjadi fokus perhatikan. Kalau pelayanan kesehatan tak terlayani maksimal, berarti ada proses pendzaliman terhadap masyarakat. “Saya minta, Dinkes untuk kerja lebih ekstra. Pelayanan kesehatan masyarakat, penting,” kata Ade, disela-sela acara peringatan Hari Kesehatan Nasional, Selasa (10/11).

Orang nomor dua di Kabupaten  Lebak ini mengungkapkan, angka kematian ibu dan anak (KIA), gizi buruk dan penderita penyakit lainnya terbilang masih tinggi. Namun hal tersebut bukan menjadi persoalan, yang terpenting dinas terkait tetap optimis dan terus berupaya agar angka kematian bisa diturunkan. “Terkait memorandum of understanding (MoU) yang disepakati oleh unsur terkait itu sangat berat tugasnya. Mengingat targetnya yaitu mengurangi angka kematian ibu dan anak dan mengurangi angka gizi buruk yang diakibatkan masyarakat tidak sadar akan bahaya penyakit,” tambahnya.

Menurutnya, masyarakat tidak bisa disalahkan. Sebagai abdi Negara dan pemimpin di daerah, para pegawai harus memberikan contoh yang baik melalui sosialisasi bahayanya penyakit. “Saya anggap, ini bukan masalah main-main. Jadi, para petugas medis harus lebih tanggap dalam bertugas dan bantu masyarakat awam terhadap pencegahan penyakit,” paparnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, Maman Sukirman mengatakan, 47 kasus ibu meninggal dunia pada tahun 2014, dan pada 2015 angka tersebut menurun menjadi 40 kasus. Pihaknya ingin terus menurunkan angka kematian ibu dengan terus melakukan pembinaan kepada para medis.

“Ibu hamil banyak yang meninggal karena faktor genetik. Selain itu, terkait gizi buruk dan anak yang mengalami cacat, pengalaman kami masyarakat masih banyak yang memberikan makan tidak sesuai gizi. Maka, hari ini kita akan terus mencegah kematian ibu saat melahirkan dan anak kurang gizi yang sebelumnya diangka 1 persen, kini sudah mencapai 0,7 persen dari jumlah 100 ribu balita yang mengalami penyakit gizi buruk,” ungkap Maman.

Per bulan Agustus, angka kematian bayi mencapai 23 kasus, yang sebelumnya diangka 30 persen pada tahun 2014. (mg3/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.