Warga Kosambi Ancam Blokade Jalan

Jika Pembatasan Operasional Angkutan Berat di Jalan Selembaran Jati Tidak Diberlakukan

KOSAMBI,SNOL- Warga Kecamatan Kosambi mengancam akan mem­blokade Jalan Raya Salembaran Jati-Kosambi untuk menghadang kenda­raan pengangkut tanah. Hal ini akan dilakukan jika Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal ini Dinas Per­hubungan (Dishub) tidak kunjung menetapkan aturan pembatasan jam operasional kendaraan berat khusunya pengangkut tanah.

Salah seorang aktivis Pantura Jem­bar mengaku resah dengan masih ban­yaknya kendaraan berat yang melintas di Jalan Raya Selembaran Jati di siang hari khususnya pada jam-jam sibuk. Menurut Jembar, keberadaan kendara­an-kendaraan besar pengangkut tanah yang mondar-mandir di saat jalanan padat aktivitas warga selain mengang­gu kelancaran lalulintas juga membuat lalulintas di Jalan Raya Selembaran Jati menjadi rawan kecelakaan.

“Kami minta Pemerintah Daerah se­cepatnya mengeluarkan aturan pem­batasan jam operasional kendaraan be­rat. Jika tidak diberlakukan maka kami akan memblokade jalan dan melakukan pelarangan kendaraan berat melintas di Jalan Raya Selembaran Jati,” tegas Jembar.

Jembar mengatakan bahwa pen­gaturan jam operasional ini harus segera dilaksanakan, karena menurut­nya kendaraan pengangkut tanah terse­but sangat merugikan warga sekitar.

“Jelas ini merugikan warga, warga hanya mendapatkan debu dan ke­macetan, jika tuntutan ini tidak dilak­sanakan kita akan lakukan blokade ja­lan” ancam Jembar.

Surta (34) warga Kosambi lainnya, menambahkan bahwa kendaraan pen­gangkut tanah tidak hanya berdebu dan membuat kemacetan karena terlalu ban­yak memakan badan jalan. Menurutnya, kendaraan pengangkut tanah juga mem­bahayakan warga pengguna jalan apala­gi jika musim penghujan telah tiba, jala­nan akan menjadi licin dan becek akibat tanah yang tercecer di jalanan.

“Truk tanah ini selain berdebu dan membuat macet juga membahayakan. Apalagi jika musim penghujan tiba, ja­lan jadi licin dan becek” ujar Surta.

Terkait ancaman warga tersebut, Ca­mat Kosambi Toni Rustoni mengaku, belum ada laporan warga kepada dirin­ya terkait akan diblokadenya jalan bagi truk pengangkut tanah.

“Mengenai akan di lakukan pembe­lokiran jalan, saya belum tau dan be­lum ada pemberitahuan pihak warga kepada saya” jelas Toni.

Menurut Toni lebih cepat akan lebih baik adanya aturan jam operasional, karena itu untuk kebaikan warga se­tempat. Ia pun menambahkan untuk mengetahui lebih lanjutnya lebih baik komunikasi dengan Dishub.

“Ya lebih cepat lebih baik aturan jam operasional itu di berlakukan, itukan untuk kebaikan masyarakat. untuk leb­ih lanjutnya lebih baik bicarakan den­gan Dishub” Imbuh Toni.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubun­gan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi memastikan pihaknya telah mengakomodir keinginan warga Kelurahan Kosambi dan Salembaran Jati Kecamatan Kosambi yang memi­mta diberlakukannya jam operasional bagi kendaraan berat yang melintas di Jalan Raya Salembaran Jati. Hanya saja menurut Bambang, untuk saat ini hal tersebut belum bisa direalisasikan karena harus menunggu edaran dari Gubernur Banten.

Bambang menjelaskan, surat edaran Gubernur Banten tersebut diperlukan karena kendaraan-kendaraan berat tersebut seperti truk tanah, banyak yang menggunakan jalan provinsi yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Untuk itu agar kebijakan pembatasan jam operasional angkutan berat ini bisa terintegrasi, pihaknya harus menunggu surat edaran bupati

Bahkan menurut Bambang kedepan kebijakan pembatasan jam operasional bagi kendaraan berat ini tidak hanya diberlakukan di Jalan Raya Selemba­ran Jati saja, tetapi diseluruh ruas jalan yang ada di Kabupaten Tangerang. Ren­cananya menurut Bambang, kendaraan berat tersebut hanya diperbolehkan beroperasi pada jam 22.00 WIB hingga 05.00 WIB saja.(mg7/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.