WH Pergoki Proyek Tanpa Papan Informasi

Di Lokasi Pembangunan Jembatan Palima

SERANG,SNOL— Gubernur Banten Wahidin Halim atau yang akrab disapa WH melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan jembatan, di ruas Palima Kota Serang (7/11).

Sekitar pukul 07.30 WIB, WH bergegas mendatangi lokasi proyek pembangunan jembatan. Dari pantauan media, dia langsung menginstruksikan agar pembangunan jembatan tersebut cepat diselesaikan dan berkualitas. “Segera selesaikan, jangan sampai terlambat pembangunannya,” ujar Gubernur disela-sela sidaknya.

Dia juga menegur pelaksana proyek saat melihat papan informasi pembangunan tidak terpasang ditempat yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat. “Siapa yang membangun, total anggarannya berapa, sampai kapan pekerjaannya, perusahaan apa yang mengerjakannya, itu semua harus diumumkan pada papan proyek agar masyarakat tahu, segera pasang ditempat yang bisa dilihat masyarakat,” tegas Gubernur kepada pelaksana proyek pembangunan jembatan.

Diketahui bahwa saat ini proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dibawah kewenangan Provinsi Banten terus dikerjakan pembangunannya dengan target hingga 2 sampai 3 tahun jalan dan jembatan milik Provinsi Banten berkualitas baik.

Pantauan Satelit News di lapangan, akibat pembangunan jembatan yang berada di ruas jalan raya Palima, sering terjadi mengalami kemacetan lalulintas akibat contraflow yang sengaja dilakukan oleh pihak pelaksana sambil menunggu pekerjaan beres.

Para pekerja tampak sibuk melakukan pekerjaan pada bagian bawah jembatan dengan melakukan pemasangan besi dan batu belah di bawahnya agar jembatan menjadi tokoh pada saat air di bawah kolong jembatan meninggi. Meski begitu, setelah sekian lama pekerjaan berjalan, tidak nampak plang proyek yang dipasang oleh pihak rekanan.

Pengendara jalan yang melintas Wendy mengaku, sejak mulai dilakukannya pembangunan jembatan di ruas jalan Palima, ruas jalur Palima kerap terjadi kemacetan khususnya pada jam-jam sibuk. Tidak ada petugas yang berjaga untuk mengurai kemacetan. Dirinya berharap pembangunan jembatan yang menghubungkan daerah Kebon Jahe menuju kabupaten Pandeglang tersebut bisa rampung dengan secepatnya tanpa mengurangi kualitas yang telah ditentukan.

“Bagus sih dilebarin, biar tidak banjir kalau sedang turun hujan lebat. Meski begitu proses pekerjaannya terkesan lambat dan tidak ada plang informasi. Harapan agar bisa segera rampung secepatnya agar bisa dipakai oleh para pengguna jalan yang melintasi nya,”tandasnya.

Sekedar untuk diketahui, tahun 2018 ini Pemprov Banten terus melakukan pembangunan sejumlah jalan provinsi. Ditarget akhir tahun ini semua jalan provinsi sudah beres.

Berdasarkan data dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, anggaran pembangunan jalan Provinsi Banten tahun 2018 sebesar Rp601.327.818.000 untuk pembangunan jalan 89.40 km. Di antaranya pembangunan Jalan Kramatwatu-Tonjong Rp16.840.472.400, Pembangunan ruas Parigi-Sukamanah Rp25.084.930.000, pembangunan jalan provinsi ruas Jalan Pontang-Kronjo-Mauk Rp24.831.162.000, dan pembangunan ruas Jalan Simpang Bitung-Curug-Legok- Parungpanjang Rp24.418.978.000.

Selanjutnya pembangunan jalan provinsi ruas Jalan Terate-Banten Lama Rp30.483.750.000, pembangunan jalan provinsi ruas Jalan Sempu (Boru)-Dukuh Kawung Rp23.577.946.000, pembangunan Jalan Palima-Pasar Teneng Rp24.225.099.000, pembangunan Jembatan Ciliman ruas Saketi Malimping Rp12.388.446.365, dan pembangunan Jembatan Cimanceuri Rp7.441.115.000.

Selain itu, pembangunan ruas Jalan Teluk Naga-Dadap Rp6.732.953.000, penataan ruas Jalan A. Yani Kota Serang Rp12.712.539.000, dan perbaikan Jalan Pemulang Rp7.419.861.900. Pada 2018 ini pihaknya juga menganggarkan untuk perbaikan di sejumlah ruas jalan sepanjang total 100 km dari 600-an km jalan rusak di Banten. (denny/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.