KAL Sisir Kawasan Pesisir Pantai di Labuan

Bantu Korban Bencana, Bagikan 1.000 Bungkus Nasi dan Sejumlah Kebutuhan Pengungsi

LABUAN,SNOL–Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat Banten yaitu, tsunami Selat Sunda pekan lalu. Keluarga Alumni La Tansa (KAL) yang tergabung dalam Keluarga Alumni La Tansa Berbagi Ummat (KALBU), menyisir kawasan pesisir pantai di Desa Teluk, Desa Cigorondong dan beberapa Desa lainnya di Kecamatan Labuan, Kabu­paten Pandeglang.

Dalam kesempatannya, tim rela­wan KALBU yang memulai keberang­katannya dari Jakarta, lalu masuk ke Serang dan menyusuri sepanjang jalur Pandeglang – Labuan, langsung masuk ke kawasan Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupat­en Pandeglang, Minggu (30/12).

Ketua KAL, Lutfi Marzuki me­nyatakan, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian dan keprihati­nan para alumni Pondok Pesantren (Ponpes) La Tansa, yang tergabung dalam KAL. Berawal dari menum­pulkan donasi dikalangan alumni, akhirnya membeli sejumlah kebu­tuhan yang dibutuhkan para korban bencana tersebut.

Dua mobil logistik yang dikawal juga oleh puluhan mobil yang dikendarai para alumni La Tansa, secara berang­sur dan perlahan masuk dan memulai kegiatannya Minggu pagi, yaitu dengan membagikan sebanyak 1000 bungkus nasi di pesisir pantai setempat.

“Selanjutnya, tim lainnya me­nyusuri pesisir pantai lainnya dengan mem­bawa kebutuhan sem­bako, pakaian layak pakai, susu, shampo, mie instant dan sejum­lah kebutuhan lain­nya. Secara menye­bar dibagikan secara merata kepada para korban bencana, yang nota bene adalah para nelayan,” kata Lutfi, Minggu (30/12).

Pria yang akrab disapa Ceme ini juga menyatakan, bantuan yang dibawa dihabis­kan dibeberapa titik pos atau titik kerumu­nan korban bencana. Yang pada kenyataannya, kedatan­gan tim relawan KALBU diserbu oleh para korban bencana setempat.

“Sebelumnya kami berkoordinasi dengan koordinator tim posko pengungsian di masing – masing titik itu. Karena, kami berharap bantaun yang kami bawa tepat sasaran dan tepat pemanfaatannya,” tambahnya.

Kesan pertama yang dirasakan para relawan di lapangan, yaitu pri­hatin melihat situasi dan kondisi para korban. Selain barang berharga para korban sudah hilang akibat bencana, rumah dan kawasan perkampungan juga ternyata porak poranda disapu air laut saat kejadian.

Pembina KAL, Said mengaku, aksi ini betul – betul tulus berangkat dari nurani yang merasa terketuk untuk hadir, berbuat dan membantu aksi nyata untuk saudara – saudara yang menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda tersebut.

“Insyaallah, ini murni aksi sosial. Tanpa ada kepentingan dan ditung­gangi kepentingan apapun. Kami berharap, para korban bencana dapat segera pulih dari kesedihan­nya, serta mampu bangkit kearah yang lebih baik,” ujarnya.

Koordinator pos pengungsian di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Sofyan me­nyatakan, sangat terharu dan ber­terimakasih dengan adanya bantuan dari KAL itu. Menurutnya, ada seki­tar 1700 pengungsi yang notabene nelayan.

“Kami bertahan disini, karena se­bagian besar masih berusaha men­gumpulkan harta bendanya yang dapat diselamatkan. Kami harap, situasi ini segera pulih,” harapnya. (mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.