Pemkot Stop Dua Proyek di Bandara

TANGERANG, SN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang menghentikan proyek pembangunan gedung Jakarta Automated Air Traffic System (JAATS) dan Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (PPNPI), Kamis (15/3).
Penghentian proyek milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang berlokasi di Jalan Juanda, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari itu lantaran belum mengantongi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Bangunan itu distop karena belum mengantongi izin, “ kata Walikota Tangerang, Wahidin Halim.
Selain belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Tangerang, kata Wahidin, proyek tersebut juga berada di persimpangan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR II), Kunciran, Kota Tangerang – Bandara Soekarno-Hatta, yang dalam waktu dekat ini akan dibangun.
“Karena proyek bangunan gedung Jakarta JAATS dan PPNPI distop, secara otomatis pekerjaan diberhentikan dulu. Pengerjaan baru bisa dilaksanakan setelah mengantongi izin dari Pemkot Tangerang,” imbuh Ketua DPD Partai Demokrat Provinisi Banten itu. Untuk diketahui, bangunan JAATS ini adalah untuk menghentikan sistem pengatur lalu lintas udara atau radar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang sudah termakan usia. Akibatnya, radar tersebut kerap hang hingga menggangu jadwal penerbangan baik yang datang maupun berangkat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Irman Pujahendra yang dihubungi terpisah menyatakan, penyegelan pembangunan gedung JAATS dan PPNPI dilakukan pada Kamis (15/3) siang. “Gedung itu tersebut kami segel karena belum mengantongi izin. Tepatnya IMB,” katanya.
Irman menjelaskan, saat penyegelan dilakukan ke lapangan berjalan dengan lancar tanpa terjadi adu mulut atau penolakan dari petugas yang berjaga di sana. Namun, karena wewenang Satpol PP dalam menegakkan Peraturan daerah (Perda) itu mutlak, maka dengan terpaksa proyek itu ditutup. “Tugas Satpol PP menyetop proyek bangunan itu kalau belum mengantongi izin,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti yang dihubungi wartawan mengaku belum mendapat informasi terkait penyetopan proyek bangunan tersebut. “Saya belum mendapat informasi dan siapa yang menyetop bangunan tersebut. Coba saya cek nanti, “ kata Herry Bakti.
Saat ditanya anggaran pembangunan gedung tersebut, Herry Bakti mengaku harus mengecek lagi. Tetapi yang jelas pembangunan gedung  JAATS dan PPNPI dilakukan secara bertahap. “Pembangunannya dua tahap, “ tegas mantan Kepala Administrator Bandara Soekarno-Hatta tersebut.
Pantauan wartawan di lapangan, meski sudah dilakukan penyegelan gedung tersebut, namun aktivitas pengerjaan tetap berlangsung. Sejumlah pekerjaan bangunan terlihat bekerja tanpa mempedulikan stiker stop yang telah ditempelkan tembok bangunan itu.
Seorang pekerja yang tidak bersedia menyebutkan identitasnya menyatakan, pihaknya tidak mungkin menyetop pekerjaan karena minggu depan ada rencana peresmian peletakan batu pertama oleh menteri. “Kita dapat kabar kalau minggu depan ada pemasangan tiang bersama, “jelasnya. (pane/jpnn/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.