Pertanyakan Hasil Penyelidikan

SERANG,SNOL-Rina, warga asal Kelurahan Kaligandu Kecamatan/Kota Serang mempertanyakan lamanya kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan di Mapolsek Serang 10 Agustus 2015 lalu. Perempuan berusia 38 tahun itu sebelumnya melaporkan Heriyanto, Suvervisor Satpam Carefour atas dugaan penganiayaan ke Mapolsek Serang dengan tanda lapor Nomor: LP/TBL/291/VIII/2015/Sek.Serang.Kepada awak media, Rina mengaku heran dengan perkembangan kasusnya. Menurutnya, sejak dilaporkan bulan Agustus lalu alat bukti dan saksi yang ia bawa dan serahkan ke penyidik Polsek Serang dinilai sudah cukup untuk menyeret Heriyanto ke ranah pidana. Saat ini Heriyanto masih berstatus sebagai terlapor, bukan sebagai tersangka.

“Kendalanya dimana? Kenapa belum ditahan? Alasan dia (penyidik) kita amporikin dulu (pertemukan). Ini udah berapa lama, berapa bulan?” ujar Rina saat ditemui di warungnya, Selasa (10/11).

Kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan Heriyanto ini dipicu masalah hutang piutang. Rekan Heriyanto bernama Yohanes memiliki utang makan kepada Rina.  Oleh Rina, kemudian hutang tersebut ditagih namun belum bisa dibayar. Rina kemudian berang ketika Yohanes diketahui makan di depan warungnya tanpa melunasi hutangnya terlebih dahulu.

Rina kemudian menegur Yohanes agar membayar hutangnya terlebih dahulu sebelum pindah di tempat warung makan. Namun setelah ditegur, bukannya Yohanes membayar hutangnya malah mengajak Heriyanto selepas Magrib ke warungnya.  Saat terlibat percapakan tersebut, Heriyanto dianggap ikut campur masalah dirinya dengan Yohanes. Disitulah akhirnya timbul perang mulut hingga terjadib penganiayaan.

Terpisah, Kapolsek Serang Kompol Syahril Minda membantah pihaknya tidak serius mengusut kasus ini. Menurutnya belum selesainya perkara tersebut dikarenakan baru keluarnya visum dari rumah sakit. “Perkara yang ditangani kami tidak cuma satu. Lagi pula, hasil visum itu baru keluar satu bulan setengah,” kilah Kapolsek.

Selain itu, Syahril Minda mengakui ada keterangan antar saksi yang tidak saling berkeseusaian. Sehingga, konstruksi perbuatan yang dituduhkan korban dapat jelas ditemukan. “Tadi sudah gelar perkara. Saya minta anggota, supaya clear (jelas, red) semuanya. Kalau, memang tidak ditemukan titik temu antara terlapor dan pelapor. Berkasnya kita dorong maju (ke persidangan, red),” jelas Kapolsek. (fahmi/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.