KPU Kab. Serang Baru Bagikan APK Pemilu

KAB SERANG, SNOL—Komisi Pemili­han Umum (KPU) Kabupaten Serang membagikan 840 Alat Peraga Kam­panye (APK) terdiri dari 260 baliho dan 580 spanduk kepada partai poli­tik peserta pemilu 2019. Pembagian APK tersebut sempat mengalami keterlamabatan dikarenakan desain dari peserta perseorangan yang telat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang, Abidin Nasyar Surya mengatakan, peny­erahan APK kepada partai politik tersebut sudah sesuai dengan am­anat dari PKPU untuk memfasilitasi APK kepada peserta pemilu. “Ada untuk DPD dan juga calon presiden dan wakilnya,” ujarnya saat ditemui di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (7/11).

Ia menjelaskan, pada kesempa­tan itu selain menyerahkan APK, pihaknya juga menjelaskan terkait metode kampanye dan apa saja yang boleh serta tidak boleh dilaku­kan selama kampanye. “Karena ini harus match dengan kita,” katanya. Diakuinya, jika penyerahan APK di Kabupaten Serang memang mengal­ami keterlambatan. Ada dua faktor yang menyebabkan keterlambatan tersebut. Pertama soal ketersediaan anggaran. Kedua soal desain APK. “Kalau desain dari parpol sudah du­luan tapi dari perseorangan (DPD) belum, kita cetaknya disatukan dan dibagikannya sama. Desain agak lama dari mereka (perseorangan),” tuturnya.

Untuk APK yang difasilitasi oleh KPU hanya dua jenis. Yakni baliho dan spanduk. Untuk baliho total ada 260 dengan rincian 10 untuk parpol per kecamatan dan spanduk 16 per parpol tiap kecamatan. Sedangkan di luar itu, partai politik juga diperbole­hkan membuat APK. Untuk baliho jumlahnya 5 per desa tiap parpol di­kali 326 desa. Sedangkan spanduk 10 tiap desa per parpol dikali 326 desa. “Jadi kita yang buat mereka yang pa­sang,” katanya. Kemudian selain dua APK tersebut, ada juga umbul-um­bul. Sesuai ketentuan dalam PKPU nomor 33, untuk umbul umbul jum­lahnya bebas. “Tapi kita atur ukuran­ya 1 x 1,5 meter,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPC PPP Ka­bupaten Serang, Heri Azhari men­gatakan, sebagai peserta pemilu pihaknya memaklumi adanya keter­lambatan penyerahan APK tersebut. “Tapi kami sebagai peserta pemilu juga turut membantu KPU dalam menyosialisasikan kepada masyara­kat,” ujarnya.

Pihaknya pun berkomitmen un­tuk terus menjaga pemilu agar adil, jujur dan tanpa hoaks. Agar pemilu ini dapat berjalan aman. “Kalau soal APK ilegal yang banyak ditertibkan kita serahkan ke Bawaslu, mereka pasti mengambil itu sesuai aturan,” pungkasnya. (sidik/made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.