700 Buruh Demo Walikota

Minta Dipekerjakan Kembali di Hand Sumtex

TANGERANG,SN Sekitar 700 buruh PT Hand Sum Tex kembali menggelar aksi demo. Mereka mendatangi kantor Walikota Tangerang meminta pemerintah memperjuangkan nasib mereka agar dipekerjakan kembali oleh pihak perusahaan. Mereka berjalan kaki sejauh empat kilometer dari kawasan pabrik di Jalan Raya Mauk No.8, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, hingga Kantor Walikota Tangerang.
“Kita minta Walikota Tangerang memanggil pengusaha PT Hand Sum Tex untuk mempekerjakan kembali 700 karyawan yang dirumahkan serta memberlakukan hak normatif kami,” kata Prayitno, Ketua Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Buruh Indonesia (PUK-FSBI) PT Hand Sum Tex yang berusaha di bidang garmen itu, Selasa (13/3/2012).
Menurutnya, selama tiga minggu melakukan aksi demo, perusahaan tidak pernah memenuhi tuntutan mereka, yakni tunjangan kesehatan sesuai dengan Jamsostek, gaji sesuai UMK dan UMSK 2012, serta pesangon bagi karyawan yang pensiun sesuai UU Ketenagakerjaan No 13/2003.  “Kalau masalah ini tidak diselesaikan pemerintah, kami akan ambil alih masalah ini,” tegas Prayitno.
Prayitno menambahkan, sebelumnya Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang telah mengimbau pihak perusahaan agar mempekerjakan kembali para karyawan mulai Senin (12/3) kemarin. Namun imbauan itu tidak dijalankan. “Status kami semakin tidak jelas. Sebab, sampai hari ini, kita tetap tidak boleh masuk pabrik. Kami minta Pemkot Bertindak,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, mereka juga mengaku terus dihalangi oleh pihak serikat buruh lain yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSPTSK) di PT Hand Sum Tex. “Padahal kita tidak punya masalah dengan FSPTSK. Namun mereka malah menghasut karyawan lain untuk menuntut Disnaker memecat kami. Akhirnya kita sama-sama karyawan berselisih,” singkatnya.
Setelah beberapa saat menggelar aksi, perwakilan buruh diterima pihak Pemkot Tangerang. Namun buruh kembali kecewa, mereka hendak dipertemukan dengan Kepala Disnaker Kota Tangerang, Abduh Surahman, tapi yang bersangkutan tidak datang. “Pemkot harusnya membela buruh, bukan pengusaha. Ini bukti bahwa penguasa itu telah main mata dengan pengusaha,” tambah Bayu, Ketua FSBI Kota Tangerang.
Karena gagal bertemu dengan perwakilan Pemkot, akhirnya mereka balik kanan dengan tertib. “Perjuangan kami belum selesai. Kami akan tetap demo, dan mencari keadilan. Sampai hak kami sebagai buruh benar-benar dikabulkan oleh pihak perusahaan,” pungkas Bayu. (pane/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.