Nilai Aset Banten di BI Rp 1.759 T

SERANG,SNOL – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten, merilis hasil perhitungan total nilai aset yang dimiliki Banten. Hingga triwulan II 2018, tercatat nilai Banten mencapai Rp1.759 triliun. Sebagian besar aset adalah berupa tabungan, deposito hingga surat berharga.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Banten Rahmat Hernowo mengatakan, perhitungan nilai aset menjadi hal yang cukup sulit. Untuk 2018 sendiri BI baru bisa mendapatkannya pada posisi triwulan II dengan nilai aset yang tercatat mencapai Rp1.759 triliun. “Menurut perhitungan kami, yang sudah bisa tercatat aset di Provinsi Banten, total dari sektor pemeritahan,  swasta, rumah tangga rumah dan sebagainya berjumlah Rp1.759 triliun,” katanya, kemarin.

Total aset yang tercatat terbagi dalam dua jenis yaitu aset financial dan non financial. Jika dinilai dari prosesntasenya, aset di Banten didominasi oleh jenis aset financial. “61,8 persen dalam bentuk aset financial. Jadi (itu termasuk) tabungan, deposito surat berharga dan sebagainya. Yang dalam non finansial seperti mobil dan rumah,” katanya.

Aset financial juga dibagi dalam beberapa jenis yaitu dalam bentuk uang tunai berupavalas, rupiah, deposito dan simpanan sebesar 39 persen. Kemudian dalam bentuk pinjam meminjam 28 persen, dalam bentuk instrumen surat-surat rumah 2 persen, dalam bentuk modal 2 persen serta lain-lain sebesar 28 persen.

“Itu dari sisi aset, ada sisi jenis lainnya yaitu hutang dan modal. Di antaranya dari jumlah Rp1.759 triliun, 38,25 persen. Dalam bentuk pinjaman dan 32,7 persen dalam bentuk modal, modal sendiri. Lalu dalam bentuk tunai dan deposito 22,15 persen,” ungkapnya.

Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Ajat Sudrajat mengatakan, untuk nilai audit aset Pemprov Banten di 2017 memcapai Rp19,4 triliun. Aset tersebar di 41 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Nilai aset audit 2017 Pemprov Banten mencapai Rp 19.483.454.126.948,” ujarnya.

Ada enam jenis aset yang dikategorikan pada kartu inventaris barang (KIB) A hingga F. KIB A adalah seputar tanah dengan nilai total Rp8.663.835.323.575. KIB B seputar peralatan dan mesin senilai Rp1.974.992.016.307. KIB C itu berkaitan dengan aset gedung dan bangunan dengan nilai Rp2.753.371.760.625.

“Sedangkan KIB D adalah soal jalan dan jaringan irigasi senilai Rp5.793.882.188.191. KIB E adalah aset tetap lainnya dengan nilai Rp99.941.254.793. Terakhir ada KIB F yaitu konstruksi dalam pengerjaan Rp197.431.583.455,” ujarnya.

Plt Kepala BPKAD Provinsi Banten Dwi Sahara menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya telah melakukan tahapan penyusutan neraca aset tahun 2018. Agar mendapatkan data yang akurat, pihaknya beberapa kali menggelar rekonsiliasi data perolehan aset bersama seluruh pelaksana akuntansi OPD, pengurus barang pengguna dan pengurus barang pembantu di lingkungan Pemprov Banten. “Perhitungan neraca aset juga dilakukan sebagai tahapan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2018,” tuturnya. (denny/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.