Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Semen

Korban Kaget dan Hilang Kendali Melihat Warga Menyebrang

CIKUPA, SNOL—Hadi Saputra (33) seorang pengendara motor berno­mor polisi B-4868-TRW tewas ter­lindas truk bermuatan semen di Jalan Raya Serang di depan Rumah Sakit Mulia Insani, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Sabtu (29/12). Tewasnya korban diketahui lantaran mengalami luka berat pada bagian kepala.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lin­tas (Kanit Laka) Polresta Tangerang, Iptu Kresna Adjie mengatakan, ke­celakaan terjadi lantaran korban yang mengendarai motor jenis Vespa LX dari arah Balaraja menuju Ci­kupa, hendak menyalip truk dari sisi sebelah kiri. Namun upaya itu gagal, lantaran korban diduga tidak bisa mengendalikan kendaraannya.

“Dia (korban) saat hendak me­nyalip terkejut melihat masyarakat yang akan hendak menyebrang, hingga akhirnya korban tidak bisa mengendalikan kendaraannya lalu terpental dan jatuh ke sisi kiri. Kor­ban pun masuk ke kolong truk dan terlindas di roda kiri belakang truk,” jelasnya, Minggu (30/12).

Kresna melanjutkan, korban yang merupakan warga Kampung Dalam, Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, tewas seketika di Tempat Ke­jadian Perkara (TKP) karena mengal­ami luka berat pada bagian kepala. Selanjutnya, kata Kresna, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang. Sementara truk beserta supirnya dibawa ke Mako Polresta Tangerang.

“Korban langsung meninggal di tempat. Sementara supir saat ini ma­sih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan truknya juga kami tahan di Mako Polres,” ungkapnya.

Sementara itu, Nurmansetya (33) warga Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa menjelaskan, kecelakaan itu terjadi sekira pukul 16.00 saat para pekerja pabrik sudah memasuki jam pulang kerja dan akan menyebrangi jalan. Namun karena kondisi jalan yang tidak memiliki Jembatan Pe­nyebrangan Orang (JPO), maka baik pekerja dan masyarakat harus me­nyebrang jalan sembarangan.

“Kecelakaan kemarin itu karena pengendara motor kaget melihat para pekerja tengah menyebrang ja­lan. Jadi pengendara hilang kendali dan terlindas truk. Sebenarnya kalau kecelakaan di sekitaran sini sering terjadi yang melibatkan pengendara dan penyebrang jalan, karena tidak ada JPO,” katanya.

Nurman menambahkan, warga Desa Sukamulya juga kerap men­jadi korban kecelakaan saat hendak menyebrang. Terlebih pada malam hari dengan kondisi tidak adanya Penerangan Jalan Umum (PJU), dan pengendara yang melaju kencang membuat warga khawatir ketika me­nyebrang jalan.

“Kalau dibilang khawatir, saya juga khawatir untuk menyebrang. Tetapi mau bagaimana lagi, fasilitas JPO dan PJU tidak ada. Jadinya kita (war­ga) kalau menyebrang jalan harus mempertaruhkan nyawa kita sendiri, jadi kalau selamat syukur kalau eng­ga ya sudah,” pungkasnya. (candra/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.