Gaet Band Indie Tangerang Jadi Media Promosi

Cerita Sukses Usaha Clothing Rivo Mahesaroos

Kota ini ternyata memiliki anak muda yang kreatif di bidang clothing. Dialah Rivo Mahesaroos (31), bujang yang sehari-hari tinggal di kawasan Perumnas 1 Kota Tangerang itu, meraih omset hingga Rp 300 juta perbulan dari usahanya.
Sapalah dia Rivo. Pria lulusan Akutansi itu ternyata mengawali kisah sukses clothing-nya dari keisengan. “Waktu itu aku dan kedua temanku mengandalkan anak SMA sebagai pengguna jasa kita, dan jasa sablonan masih menjadi andalan kami untuk memproduksi,” jelas pria yang masih sering terjun langsung mengawasi produksi clothing.
Dirasa tidak memiliki kesamaan prinsip dan hampir menyerah dengan bisnis yang ada, ketiga teman main itu pun memutuskan bekerja pada usahanya masing-masing. Dan Rivo lah yang masih ingin bertahan untuk tetap membesarkan bisnis yang dirintisnya dari nol.
Menahun, Rivo pun tetap sabar membesarkan Gristle Ind, nama produk clothing yang tetap “dimomongnya” selama hampir 12 tahun itu. Bermula dari modal tiga juta rupiah, perlahan, modal tersebut berubah menjadi omset yang meningkat. Band indie metal pun dilirik Rivo sebagai media promosi, dia mengaku, merelakan banyak kaos untuk dikenakan band-band indie di tiap manggungnya.
“Teman-teman saya juga heran, kok mau-maunya korbanin banyak kaos yang sudah dibuat sebagus dan sekreatif mungkin, dan diberikan gratis untuk anak-anak manggung,” beber pria yang sehari-hari tinggal di Jalan Sawi Raya No.59 Perumnas 1 Kota Tangerang itu.
Namun, dari promosi yang dilakukannya itu, kaos, jaket, topi, hingga celana jeans buatannya mampu laris manis di pasaran di kemudian hari. Dan hari itupun terjadi, bermula hanya tiga band indie yang menjadi partner promonya, kini sekitar 20 band indie menanti persetujuannya agar bisa mengenakan kaos mereknya di setiap mereka manggung. “Niat saya itu lebih cenderung mengajak anak muda di Tangerang untuk berkumpul, untuk mengasah kreatifitas bersama,” kata Rivo.
Makanya, kedepan, Rivo tidak terfokus pada band indie saja, berbagai komunitas anak muda Tangerang, seperti skaters pun dirangkulnya.
Berkat usahanya tersebut, Rivo pun mulai aktif memasarkan produk Gristle Ind lewat media Facebook dan Tweeter. “Dari media online pula, Gristle Ind bisa dipasarkan hingga ke seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri,” aku pria yang memberikan nama usahanya memiliki arti tulang muda itu.
Pesanan minimal Rp 15 juta sekali kiriman pun mulai membanjiri clothing miliknya. Hingga akhirnya, pangsa pasar anak muda di Malaysia dan Singapura bisa diterobosnya dari tahun 2011.
Tidak hanya itu, band asal negara tetangga itupun berhasil digaetnya. Rivo mengaku produknya pernah dikenakan oleh band indie dari negara tersebut. Makanya, untuk memenuhi pesanan yang terus mengalir, dalam satu bulan Rivo menargetkan memproduksi lima ribu pich Gristle Ind. “Alhamdulillah, omset pun kini mencapai Rp 300 juta perbulannya,” kata Rivo.
Setelah berhasil membuktikan kesuksesannya di usaha clothing, bulan lalu Rivo membuka toko perdananya di depan rumah, Jalan Karet Raya No.84 A Perumnas 1 Kota Tangerang. Dan untuk bulan pertama, Rivo mengaku tokonya berhasil mencapai transaksi Rp 60 juta per bulannya.(mitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.