Truk Resmi Dilarang Lintasi Serpong

Sepanjang Pukul 05.00-22.00 WIB

SERPONG, SN Warga Tangerang patut berbahagia. Harapan untuk menikmati Jalan Raya Serpong bebas macet akan terwujud. Pemkot Tangsel telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Larangan Jam Operasional Truk, yang ditandatangani Walikota Airin Rachmi Diany, Kamisn (15/3).
Pemkot akan melakukan sosialisasi Perwal larangan truk itu yang akan dilakukan selama dua minggu sejak Perwal ditandatangani. “Sosialisasi akan dilakukan melalui pamflet, spanduk, brosur dan berbagai macam alat media sepanjang diperlukan,” kata Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, di sela-sela Sarasehan Kantor Kebudayaan dan Pariwisata di Serpong,.
Menurut Benyamin, pada Perwal itu, truk bertonase besar dan kontainer hanya boleh melintas Jalan Raya Serpong pada pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.
Kata Benyamin, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) akan melakukan sosialisasi kepada seluruh pengusaha truk, tidak hanya di Tangsel, namun juga di luar Tangsel. “Sosialisasi dilakukan secara persuasif kepada para sopir truk dan kontainer dan pengusahanya,” tambah mantan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang ini.
Mantan calon wakil gubernur yang kandas ini juga menerangkan, dengan ditekennya Perwal itu, maka sepanjang hari atau mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB truk bertonase besar dan kontainer dilarang melintas di Jalan Raya Serpong.
Dan jika terdapat pelanggaran maka akan diberikan sanksi sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Apakah akan ditilang, dicabut buku KIR, itu semua akan disesuaikan dengan undang-undang lalu lintas,” tambahnya. Benyamin juga mewajibkan agar Dishubkominfo bersikap tegas dan tidak ada lagi permainan dengan sopir truk dan kontainer.
Di tempat terpisah, Kepala Pengawasan dan Pengendalian Operasi Dishubkominfo Tangsel, Taufik Wahidin mengaku siap melakukan sosialisasi kepada setiap sopir truk dan kontainer selama dua pekan. “Kita sudah melakukan persiapan, hingga dua minggu ini kita akan memasang spanduk, brosur dan berbagai bentuk sosialisasi kepada para supir truk,” ungkapnya. Brosur sosialisasi akan diberikan di pintu keluar Tol BSD dan di spanduk Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Bagaimana dengan Pemprov DKI Jakarta yang juga melakukan hal yang sama? Taufik mengatakan nantinya para sopir truk akan melintas sesuai dengan ketentuan awal yakni mereka akan melintas dari Cawang-Tanjung priok-Meruya dan Karang Tengah.
Kebijakan pembatasan jam operasional kendaraan berat dinilai sebagai momentum tepat mengalihkan distribusi ke angkutan massal seperti kereta api dan kapal laut. Dengan begitu, jumlah truk yang melintas dalam kota berkurang sehingga kemacetan teratasi.
“Saat ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk membangun jaringan rel ganda kereta api dari Merak hingga Banyuwangi. Angkutan barang juga bisa dialihkan dari tol lewat angkutan laut sehingga jalanan lebih sepi karena jumlah truk di jalan berkurang,” nilai pengamat transportasi, Darmaningtyas.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Dwi Sigit Nurmantyas saat dihubungi kemarin, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan di wilayah Serpong. Polda Metro Jaya juga telah berkoordinasi PT Jasamarga untuk menutup angkutan berat yang mengarah dari Merak melalui Serpong. Truk dari Merak akan dialihkan ke Tol Puri Kembangan-Kamal-Cengakreng-Pluit-Ancol-TanjungPriok-Cawang.
Sementara dari arah sebaliknya, Serpong menuju Merak, tetap dibuka untuk truk. Hal itu mengingat volume kendaraan dari Serpong menuju Merak lebih banyak dibanding dari Merak ke Serpong. “Perbandingan Serpong-Merak : Merak-Serpong itu 75 : 25,” katanya.(irm/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.