Beli Dua Kain Kafan saat Umroh

TIDAK ada yang menyangka nyawa Djuli Elfano (47), wartawan senior TVRI, justru berakhir di tangan para perampok sepeda motor tepat di depan rumahnya di komplek Villa Bintaro Indah, Ciputat, Kota Tangsel, Sabtu (17/3) siang.
Djuli yang ketika itu pamit ke anak-anaknya untuk membeli aki tiba-tiba tewas tergeletak di depan rumah setelah memergoki dua pelaku hendak mencuri motornya. Kepergian Djuli, sang tulang punggung keluarga, begitu memukul keluarga kecilnya.
Djuli meninggalkan satu orang istri bernama Rika Setyawati (42) dan dua orang putra yaitu Jelang Ramadhan (17) dan Kenang Jenaya (14). Saat jenazah Djuli tiba di kamar jenazah RS Fatmawati, Rika tak henti-hentinya menangis. Sang istri yang baru saja menjalani pengobatan di bagian jantungnya ini terus didampingi kedua anaknya yang lebih memilih diam di samping sang bunda.
Jelang menuturkan keluarga sama sekali tidak memiliki firasat akan kepergian ayahnya. Namun, ada satu pesan terakhir yang diingat keluarga sebelum Djuli berpulang.
“Jadi sekitar dua minggu lalu, bapak baru pulang umroh. Pas pulang umroh dia beli dua lembar kain terus dia bilang ke Mama kalau dia meninggal dia mau pakai kain itu,” ujar Jelang di RS Fatmawati, Sabtu (17/3) malam.
Jelang mengenang ayahnya itu sebagai sosok yang tegas dan disiplin. Kendati demikian, Jelang mengaku kerap melontarkan candaan kepada sang ayah. “Yang paling nggak bisa dilupa yah itu saya suka banget becanda sama Papa,” ujarnya.
Pemuda yang baru saja lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) ini mengaku ingat pesan terakhir sang ayah. “Dia bilang harus masuk diterima di kampus yang bagus, makanya saya disuruh belajar keras. Kebetulan sekarang saya mau tes masuk untuk kuliah. Papa selalu support apa pun pilihan anaknya selama itu baik,” tandas Jelang.
Bambang Siswanto, manajer pemberitaan TVRI mengatakan, mendiang Djuli dikenal sebagai pekerja yang rajin, disiplin, dan disegani teman di lingkungan kerja. “Ia jabatannya sekarang produser Warta Pagi TVRI. Tapi sesekali masih bertugas di lapangan sebagai kameraman di acara DPR, MPR, dan kepresidenan,” kata Bambang.
Bambang memaparkan bahwa Djuli tidak hanya menjadi karyawan andalan melainkan juga menjadi panutan bagi junior di TVRI. Djuli memulai karirnya di TVRI sejak tahun 1986 hingga menghembuskan nafasnya di usia 47 tahun. “Dia pernah meliput perdamaian Aceh yang dihadiri Hasan Tiro di Swedia,” ceritanya.( irm/rdl/deddy/bnn/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.