Lagi, Buruh Segel SPBU

TANGERANG, SN Setelah menyegel dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tangerang, ribuan buruh dari Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (SPSB) se-Tangerang Raya kembali menyegel SPBU di Kota Tangerang, Senin (19/3). Penyegelan dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Para buruh melakukan aksi konvoi kendaraan mulai dari Cikokol, Cimone, Karawaci dan Batuceper untuk berkumpul ke Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang. Setelah itu melanjutkan aksinya dengan menggalang massa ke Universitas Islam Syeh Maulana Yusuf (UNIS). Selanjutnya, buruh pun bergerak ke SPBU Cikokol. Di sana , mereka sempat berorasi dan akhirnya melakukan penyegelan secara simbolik di SPBU tersebut.
“Kalau SBY-Boediono menaikkan BBM, sama saja mereka mengkhianati rakyat,” kata Asmawi, Kordinator Aksi Buruh. “Mahasiswa harusnya menyikapi ini. Jangan sampai kenaikan BBM menyengsarakan kita sebagai rakyat. Ayo bergerak,” imbuhnya.
“Kalau BBM naik dari Rp 4.500 ke Rp 6.000, jelas akan menaikkan seluruh harga kebutuhan pokok. Dengan gaji buruh yang hanya Rp1,5 juta bahkan kurang, bagaimana kebutuhan pangan buruh dan rakyat terpenuhi? SBY-Boediono harus melek dan membatalkan kenaikan BBM,” kata seorang buruh lainnya.
Setelah menyegel SPBU, mereka kembali melakukan konvoi dan menyebarkan selebaran yang berisi penolakan atas semua kenaikan BBM kepada masyarakat luas. Para buruh menyusuri jalan Sudirman, Tanah Tinggi, Poris Plawad, masuk ke dalam kampung Poris, kawasan pabrik di Jl. Melati.
Para buruh juga melakukan sweeping ke pabrik-pabrik di kawasan industri Daan Mogot, sampai akhirnya berkumpul di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang dan Gedung DPRD setempat untuk menyampaikan seruan yang sama.
“Kami minta pemerintah kota, pak Wahidin mendengar pula keluhan rakyatnya. Kenaikan BBM ini harus ditolak juga oleh pemerintah di daerah,” pinta Poniman, Ketua Aliansi SPSB se-Tangerang Raya.
Sementara itu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT), Elvi Shakinah menghimbau seluruh mahasiswa di Tangerang bersama untuk menggelar aksi sebelum kenaikan diberlakukan.
“Masih banyak alternatif yang bisa dilakukan pemerintah sebagai alternatif untuk tidak menaikan harga BBM,” kata dia. “Kami sudah koordinasi dengan Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) mengenai aksi protes penolakan kenaikan harga BBM,” ujarnya.
Mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi akibat demo, sebanyak 49 SPBU di Kota Tangerang dijaga ratusan aparat kepolisian dari Polres Metro Tangerang. Pantauan wartawan di salah satu SPBU di Jl. Daan Mogot, Batuceper, puluhan petugas keamanan SPBU setempat bahkan langsung menutup SPBU sementara waktu, dengan membentangkan halang rintang serta rantai di pintu masuk SPBU.
“Kami khawatir SPBU disegel dan diduduki buruh,” kata Imron (33), salah satu pengelola SPBU di Jl. Daan Mogot.(pane/pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.