72 SPBU Dijaga Ketat

SERANG, SN Sepekan menjelang kenaikan harga BBM jenis permium bersubsidi, sebanyak 72 SPBU di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Kota Cilegon dan Kota Serang dijaga petugas kepolisian dari Polda Banten.
“Itu bagian dari antisipasi adanya penyegelan yang dilakukan paserta aksi unjukrasa, dan antisipasi terjadinya penimbunan BBM. Apalagi pada 27 Meret nanti akan ada aksi besar-besaran menolak kenaikan harga BBM,” kata Brigjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Kapolda Banten, kepada wartawan, Minggu (25/3/2012).
Eko mengungkapkan, jumlah personil yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan di 72 SPBU dan sejumlah titik yang menjadi lokasi demonstrasi di Serang dan daerah kabupaten/kota lainnya di Banten, sebanyak 2.100 petugas. “Aparat yang diterjunkan untuk melakukan pengaman merupakan gabungan dari Polda dan Polres,” ujarnya.
Eko menjelaskan, untuk SPBU berukuran kecil akan dijaga dua polisi. Sedangkan SPBU berukuran besar akan dijaga empat personil. “Kantor Pertamina di Merak juga akan dijaga. Petugas yang melakukan pengamanan dilengkapi senjata laras panjang dan peralatan lainnya,” kata Kapolda.
Menurut Kapolda, pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada para demonstran yang melakukan aksi anarkis. “Jika ada peserta aksi yang melakukan penyegelan secara berlebihan, kami sudah memerintah kepada anggota untuk melakukan tindakan tegas. Begitu juga kepada peserta yang melakukan pengrusakan fasilitas umum dan kendaran pengangkut BBM,” tegasnya.
Selain itu, Eko juga akan menindak tegas jika ada anggotanya yang membekingi penimbunan BBM. “Jik diketahui ada anggota kepolisian yang terlibat dalam aksi penumbunan BBM, kami akan tindak juga,” ucapnya.
Jumlah SPBU di delapan daerah kabupaten/kota di Banten ada 225 unit. Belum lama ini, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswanamigas) Provinsi Banten meminta para pengelola 225 SPBU itu untuk mewaspadai adanya pemborongan BBM bersubsidi jenis premium dari masyarakat.
“Langkah itu sebagai bagian dari antisipasi kelangkaan BBM jelang kenaikan harga BBM. Sebab, masyarakat terutama pengguna kendaraan akan mencari kesempatan dengan cara membeli BBM dengan jumlah yang banyak,” kata Rahmat Halim, Ketua Hiswanamigas Provinsi Banten.
Ketua KNPI Provinsi Banten Aden Abdul Khalik menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. “Tapi jika memang pada akhirnya BBM dinaikkan, pemerintah diminta memberikan kompensasi terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah secara cepat dan tepat sasaran,” kata Aden.(eman/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.