Lagi, 50 Imigran Gelap Diamankan

SERANG, SN Wilayah Banten ternyata terus menjadi daerah favorit persinggahan imigran gelap atau ilegal dari Timur Tengah. Sebanyak 50 imigran ilegal asal negara Afghanistan diamankan petugas gabungan Satgas Pusat Mabes Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten di sejumlah titik di wilayah Banten, Selasa (27/3) malam.
Enam belas imigran diantaranya diamankan di daerah Pal Lima, Kota Serang saat bertolak menuju Pandeglang, Banten. Sisanya ditangkap di wilayah perbatasan Serang-Pandeglang dan di sekitar wilayah Sumur, Pandeglang. Untuk pengamanan sementara, ke 50 imigran yang diduga tak memiliki dokumen ini kini diinapkan di Hotel D’Gria Kota Serang.
Kanit Sabhara, Polsek Sumur, IPDA Surahman kepada Banten Pos, membenarkan penangkapan 29 imigran di wilayah hukum Polsek Sumur. Puluhan imigran itu, la njutnya, diamankan di jalan di sekitar Pantai Daplanggu, Desa Kerjataya, menggunakan 5 unit mobil. “Semalam kita berhasil mengamankan 29 imirgan asal Afganistan, diperkirakan masih ada 10 orang lainnya yang melarikan diri. Pagi tadi (kemarin, red) ke 29 imigran itu sudah dibawa ke Polda Banten oleh anggota Polres Pandeglang,” ujar IPDA Surahman.
Ditemui terpisah, Kasubdit I Ditreskrimum Polda Banten, Kompol Wahyu Imam mengatakan, penyergapan dilakukan berdasarkan informasi dari Satgas Pusat yang menyatakan ada lima kendaraan membawa imigran ilegal masuk ke wilayah Banten. “Dari informasi tersebut, tim segera melakukan pengejaran sesuai dengan identitas kendaraan yang sudah dikantongi,” kata Wahyu di ruang kerjanya, Rabu (28/3).
Perwira melati satu itu menjelaskan, tim gabungan pertama kali menangkap dua kendaraan jenis APV berisi 16 imigran ilegal di wilayah Pal Lima, Kota Serang. Kemudian, tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu unit mobil jenis Carry berisi 5 imigran. “Pengembangan tidak hanya disitu, petugas juga berhasil mengamankan 5 kendaraan lain jenis APV yang berisi 29 imigran ilegal di wilayah Sumur. Total keseluruhan imigran yang diamankan berjumlah 50 orang dan delapan mobil rentalan berbagai jenis,” katanya.
Wahyu mengatakan, berdasarkan penyelidikan sementara, 50 imigran ilegal ini akan diberangkatkan ke Pulau Chisrmas, Australia melalui Perairan Pandeglang. Modus yang dilakuan para imigran ilegal itu, lanjutnya, sama dengan imigran ilegal sebelumnya, yakni menggunakan mobil carteran.
“Modusnya sama, mereka menggunakan mobil carteran menuju Perairan Banten. Untuk memberikan efek jera terhadap supir dan pengusaha carteran, kedelapan supir carteran tersebut akan dijadikan tersangka,” kata Wahyu.
Para sopir dijadikan tersangka dengan harapan pengusaha dan supir carteran tidak kembali membawa imigran ilegal. “Kasus sebelumnya supir dan pengusaha carteran tidak disanksi, karena tim penyidik masih menganggap mereka juga adalah korban dari jaringan imigran ilegal. Namun, kali ini supir akan ditindak tegas sesuai Pasal 120 Ayat 2 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Pasal 124 Ayat 1 tentang Melindungi Orang Asing yang Tidak Memiliki Surat Keimigrasian,” paparnya.
Oleh petugas, sejumlah barang bukti berupa delapan unit kendaraan berbagai merek diamankan, sedangkan delapan sopir antara lain Wirayan Sembodo, Putra Eka, Taryono, Mur Saefudin dan Subandiono diamankan petugas untuk dimintai pertangungjawaban. (mardiana/ari/tbe/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.