Asyik, Ada Lego Replika Truk 2,6 Meter

KARAWACI,SNOL Jika bertandang ke Times Book Store Karawaci, Kabupaten Tangerang, sekarang ini Anda pasti akan takjub. Di sana, terpampang replika truk setinggi 2,6 meter dengan lebar 2×4 meter yang terbuat dari susunan puluhan ribu lego.
Dibutuhkan waktu seminggu untuk merampungkan truk Policeman Lego tersebut. “Setiap pengunjung yang datang ke Times, mereka bisa mampir untuk membantu petugas menyusun lego sehingga berbentuk truk raksasa ini,” jelas Mudin Em, Event and Promotion Times Book Store.
Kegiatan yang berlangsung hingga 15 April mendatang itu, memang dikhususkan untuk pengunjung untuk mengenang kembali masa kecil saat bermain lego. Times bekerja sama dengan ALJ Indonesia distributor resmi Lego untuk negara ini. “Setelah membantu petugas dari Lego menyusun balok demi balok, pengunjung pun akan diberikan sertifikat resmi dari Lego, sebagai ucapan terimakasih,” katanya.
Menurut petugas dari Lego Indonesia, Umar, truk belum jadi sepenuhnya. Dia memperkirakan waktu satu minggu atau dimulai dari tanggal 7 hingga 15 April  cukup merangkai balok-balok lego menjadi replika truk Policeman Lego. “Namanya juga besar, setinggi 2,6 meter dengan lebar 2×4 meter, pasti membutuhkan banyak tangan sehingga bisa mewujudkannya,” ujar Umar.
Dalam satu hari, pengunjung Times bisa sampai 10 orang yang membantunya menyusun Lego.  Sehari, bisa menghabiskan sekitar dua bak besar atau ribuan balok lego untuk disusun. “Ini tidak seberapa, nanti kalau sudah jadi, truk setinggi hampir tiga meter ini akan membutuhkan puluhan ribu balok lego,” katanya.
Pada 16 April, truk Policeman dengan tinggi yang sama, akan didatangkan juga dari Lego pusat, untuk turut dipamerkan pada acara Lego Police Truck Exhibition & Competition.
Dareent, seorang pelajar dari SMA Pelita Harapan terlihat antusias dan gesit menyusun potongan Lego. Dalam waktu beberapa menit saja, dia sudah bisa menyusun sekitar lima balok lego berukuran sedang, agar bisa disambungkan ke badan truk.
“Cukup mudah ya, ini pertama kali lagi saya memainkan lego. Terakhir saya memainkan lego saat duduk di bangku SD,” kata Dareent, yang masih saja menyusun potongan legonya kedalam papan cetak. (pramita/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.