Warga Setu Demo Walikota Tangsel

PAMULANG, SNOL Puluhan warga dari Ikatan Masyarakat Kranggan (IKM) mendemo kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangsel di Pamulang, Kamis (12/4). Sekitar 70 warga dari lima desa di Kecamatan Setu tersebut menuntut agar pemerintah dan DPRD setempat menunda perubahan status desa menjadi kelurahan.
Aspirasi itu dilatarbelakangi atas kekhawatiran terhadap niatan Pemkot Tangsel  yang dinilai terlalu memaksakan kehendak atas perubahan status tersebut. Warga menengarai pemerintah daerah ingin mengambil keuntungan-keuntungan di dalamnya.
“Perubahan status ini bukanlah sebuah keharusan apalagi kewajiban, melainkan pilihan sebagai mana ditegaskan dalam UUD 32/2004 tentang Pemerintah Daerah Pasal 200 ayat 3 dan PP 72/2005 tentang Desa Pasal 5 ayat 1,” ujar koordinator aksi Wahyudin kepada wartawan, kemarin.
Saat ini, rancangan perubahan daerah (Raperda) untuk mengubah status desa tersebut sedang digodok pengesahannya oleh DPRD Tangsel. Namun belum dilakukan pengetukan palu. “Kita menuntut agar Pemkot Tangsel mencabut draft Raperda perubahan status desa menjadi kelurahan yang telah diajukan ke DPRD,” tukasnya.
Secara teknis, perubahan status desa menjadi kelurahan sudah diatur dalam Permendagri No. 28 tahun 2006 tentang Pembentukan, Penghapusan Penggabungan Desa Menjadi Kelurahan.
Untuk melakukan negosiasi kepada demonstran, perwakilan dari Pemkot Tangsel, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Dokumentasi Taufik Ismail mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Walikota Airin Rachmi Diany. “Ini bukan kewenangan saya, jadi nanti kita akan sampaikan ke Walikota saja aspirasinya,” singkat Taufik.
Sementara itu di tempat terpisah, salah satu warga Kranggan, Nanang (35) mengungkapkan, selama ini desanya seperti ‘anak tiri’ dibandingkan dengan wilayah lainnya. Untuk itu agar lebih maju lagi maka selayaknya Desa Kranggan berubah statusnya menjadi kelurahan.
Desa Kranggan selama ini punya potensi di bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti produksi kacang sangrai dan kripik singkong serta pisang. Mata pencaharian warga Kranggan sebagian besar didominasi pekerja pabrik dan pertanian. (bam/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.