Satpam Tangcity Dianiaya

TANGERANG, SNOL Tiga pria berkulit gelap menganiaya Nicholas Stephen (27), seorang petugas keamanan pusat perbelanjaan dan pertokoan, Tangerang City (Tangcity) Mall, Rabu (18/4). Akibatnya, korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala karena pukulan konblok. Sejumlah ruko juga rusak akibat tindakan mereka.
Keributan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB, ketika sebuah mobil Toyota Kijang kapsul berwarna biru tua masuk ke area parkir Tangcity dari arah yang salah dan berlawanan. “Petugas parkir yang kebetulan jaga saat itu mulanya hanya menegur pengemudi mobil karena salah arah,” ucap Sulastono, seorang petugas keamanan Tangcity.
Namun, kata Sulastono, pengemudi mobil bersama dua rekannya justru marah atas teguran tersebut. “Kata orang itu, diam lu! Gue penguasa daerah sini. Jangan macam-macam, mau masuk lewat mana juga boleh,” ucap Sulastono menirukan ucapan pelaku.
Karena dibentak, petugas parkir yang diketahui bernama Nova pun kembali ke box tiket yang dijaganya. Ternyata ketiga pria itu tidak senang atas perlakuan Nova. Ketiga pemuda itu justru mendatangi Nova, seraya menendang kotak box tiket dan mencolek kepala Nova. “Nah, merasa tidak terima, Nova lalu lapor kepada Stephen, Danru jaga. Stephen lalu menegur ketiga pria itu dengan cara baik-baik. Namun, bukan mengindahkan, ketiganya tetap marah,” ucapnya.
Saat itulah, sergah Sulastono, ketiga pria berkulit hitam itu justru marah dan langsung mengeroyok Stephen. Hingga akhirnya Stephen mundur sampai ke depan ruko JML Sport di Blok C17. “Stephen didorong ketiga penyerang hingga memecahkan kaca ruko JML Sport. Pas di dalam, Stephen habis dihajar, dan salah satu pelaku menghajar dia dengan konblok. Darah langsung keluar dari kepalanya,” bebernya.
Beruntung, Stephen bisa diselamatkan setelah anggota polisi yang kebetulan lewat langsung melerai perkelahian itu. Ketiga penyerang selanjutnya dibawa ke Polsek Benteng untuk dimintai keterangan. Sedangkan Stephen dibawa ke rumah sakit untuk mengobati luka yang dialaminya.
Sementara, Dasep Sediana, pemilik ruko JML Sport membenarkan adanya aksi itu. Bahkan, ia mengaku kaget melihat kaca rukonya pecah. “Saya baru pulang dari Yogyakarta, lalu mendapat telepon dari karyawan katanya kaca ruko pecah akibat adanya keributan. Makanya saya datang ke ruko untuk melihat,” ucap Dasep, yang juga Ketua KONI Kota Tangerang.
Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Kota, AKBP Rahmat mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mendalami penyebab keributan itu. Namun, dari hasil keterangan pelaku dan sejumlah saksi mata, keberutalan itu hanya karena kesalahpahaman. “Keterangan sementara karena salah paham. Tapi kami masih mendalami,” ujarnya.
Menurut Rahmat, pihaknya mencoba melokalisir setiap keributan antar kelompok massa , agar tidak meluas. Dan semua pihak yang berkaitan dengan anggota dari kelompok manapun akan dimintai kerjasamanya untuk menjaga kenyamanan dan keamanan di masyarakat. Termasuk, kelompok yang sempat bentrok di Ruko Liga Mas, Karawaci, dua hari lalu. “Kami berusaha supaya tidak meluas. Karena ini berbahaya. Pihak-pihak terkait juga kami minta pemahamannya,” tandasnya. (pane/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.