Gudang Kopi Dirampok, 4 Karyawan Disekap

SERANG, SNOL PT Andra Sukses Abadi selaku distribotor Kopi Torabika di Jalan Raya Serang-Pandeglang, tepatnya di Kampung Koprah, Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, dirampok kawanan bersenjata api (senpi) dan golok, Senin (23/4) dini hari pukul 02.00 WIB.
Pelaku perampokan yang diduga berjumlah 8 orang menganiaya dan menyekap empat karyawan. Mereka yang disekap adalah Kepala Gudang Agus (50), Staf Administrasi Gudang Saepudin (32), dua orang satpam Umar (40) dan Sakib (42). Perampok membawa kabur uang perusahaan sebesar Rp19,9 juta dan satu unit laptop.
Dua orang pelaku yang mengunakan topeng diduga masuk ke dalam gudang dengan cara memanjat gerbang, melumpuhkan Sakib, yang sedang berjaga sendiri di pos satpam. Sakib kemudian diikat dan disekap di dalam pos oleh pelaku yang membawa golok dan senpi itu.
Tidak lama berselang, Umar, rekan Sakib yang baru datang ke pos setelah tugas keliling langsung ditodong pelaku menggunakan senpi. Umar pun lansung diikat dan mulutnya dilakban sehingga tidak bisa berteriak minta tolong.
Setelah berhasil melumpuhkankan dua orang Satpam, enam pelaku lainnya yang juga menggunakan topeng masuk ke dalam gudang melalui gerbang setelah para pelaku memotong rantai kunci gerbang.
Kedelapan orang itu kemudian masuk ke dalam gudang. Para pelaku kemudian menyekap Agus, kepala gudang dan stafnya, Saefudin, yang sedang tidur di dalam ruang gudang. Mereka diikat dan diancam akan dibunuh jika melawan.
Mereka kemudian menggeledah seluruh isi gudang namun tidak menemukan uang. Agus sempat dipukuli agar menunjukan tempat penyimpanan uang. Lantaran merasa takut dibunuh, Agus akhirnya menunjukkan tempat penyimpanan uang di laci meja tempat kasir.
Dari laci itu, pelaku mengambil uang hasil penjualan sebesar Rp10 juta. Pelaku juga masuk ke dalam kantor perusahaan yang berada di samping gudang dan membongkar brangkas. Namun, brangkas yang dibongkar paksa itu ternyata berisi dokumen-dokumen perusahaan.
Tidak puas dengan hasil yang didapatkanya, pelaku  merampas dompet milik Agus yang didalamnya berisi kartu ATM milik perusahaan. Salah satu pelaku, membobol uang dari ATM itu senilai Rp9,9 juta, setelah sebelumnya para pelaku memaksa Agus untuk memberikan nomor PIN ATM. Setelah berhasil menggasak uang dan laptop dari gudang, para pelaku langsung kabur menggunakan mobil yang dibawa.
Sakib, salah satu satpam yang berhasil membuka tali ikatan tangannya, langsung membuka ikatan rekan-rekannya. Setelah itu, mereka mencari pertolongan dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Baros.
Dihadapan petugas, Agus menceritakan, dirinya ditodong menggunakan pistol oleh pelaku. Sehingga uang, laptop dan kartu ATM milik perusahaan tersebut, diambil pelaku.
“Mereka mengira saya ini bos, jadi saya dianiaya pelaku saat diminta nomor PIN ATM. Setelah berhasil bebas, saya langsung menelepon pihak bank agar uangnya diblokir, tapi ternyata sudah ada pengambilan Rp9,9 juta,” kata Agus.
Kapolsek Baros AKP Andi Firmansyah yang menerima laporan perampokan hasil olah TKP menunjukkan pelaku masuk dengan cara memanjat pagar. “Setelah itu pelaku berhasil melumpuhkan penjaga keamanan hingga merusak gerbang dengan menggunakan kapak. Kami sudah merjunkan anggota untuk memburu para pelakunya,” katanya.(eman/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.