Pelajar SMP Tawuran Samurai di Hari Terakhir UN

TANGERANG,SNOL Ratusan pelajar SMP di Tangerang terlibat tawuran usai mengikuti ujian nasional (UN) di hari terakhir, Kamis (26/4). Bentrokan itu terjadi di dua titik yakni, di Jl. Perintis Kemerdekaan Cikokol dan Jl. MH Thamrin, Kebon Nanas, Kota Tangerang.
Awalnya, massa pelajar SMP menyetop kendaraan truk untuk menyerang sekolah lainnya yang ada di Kota Tangerang. Saat melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di bawah jembatan Cikokol massa pelajar SMP itu dihadang ratusan pelajar dari kubu lawan.
Penghadangan itu akhirnya terjadi bentrokan antarpelajar secara horisontal. Selama 15 menit terjadi ‘perang’ batu antarpelajar tersebut. Akibat keributan itu hingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.
“Tawuran seperti itu sudah hal biasa dan dua hari lalu terjadi bentrokan antar pelajar,” kata Sukri, tukang ojek yang biasa mangkal di bawah jembatan Cikokol Kota Tangerang.
Menurut dia, tawuran antarpelajar SMP maupun SMA di Kota Tangerang sudah berlangsung lama karena mereka mendapat dukungan dari kakak kelas atau alumni sekolah setempat. “Kami melihat anak SMP yang tawuran itu juga terdapat para alumni di sekolah bersangkutan,” katanya.
Sementara itu, petugas patroli Polresmetro Tangerang mendatangi lokasi tawuran antarpelajar di Jalan Perintis Kemerdekaan dan MH Thamrin. Setelah petugas Kepolisian berada di lokasi tawuran, mereka pelajar berlarian untuk menghindari sergapan petugas.
Aksi bentrokan itu berlanjut di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan pintu keluar tol Kebon Nanas arah ke Serpong. Para pelajar bahkan melengkapi diri dengan benda-benda berbahaya seperti sabuk bermata gir, samurai dan balok kayu, pada pukul 13.00 WIB. Dengan benda-benda itulah, para pelajar saling serang dan kejar di tengah jalan.
Akibat kelakukan tak terpuji pelajar itu, arus lalu lintas sempat tersendat baik dari arah Tangerang maupun yang baru saja keluar dari pintu tol. “Saya tadi (kemarin) juga terpaksa menepikan kendaraan untuk menghindari aksi tawuran,” ujar Ichsan Sodikin, Humas PDAM Tirta Benteng.
Beruntung, meski tak sempat tercegah aparat Kepolisian, tawuran tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan hanya berlangsung tidak kurang dari 10 menit. Sebab, salah satu kelompok pelajar langsung melarikan diri ke arah Serpong.
Namun meski demikian, kelompok pelajar yang datang dengan truk serta berseragam dalam kondisi tercorat-coret cat pylox ini sempat mengejar salah seorang petugas keamanan (security) meski kemudian sang security itu berlari ke arah Komplek Jasa Marga menyelamatkan diri. (made/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.