Polres Bandara Musnahkan Narkoba Rp2 M

TANGERANG, SN—Polres Khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta memusnahkan barang bukti hasil penangkapan narkotika senilai Rp 2,2 miliar di Tempat Pemusnahan Bandara, Kota Tangerang, kemarin.
Wakil Polres Khusus Bandara Ajun Komisaris Besar Tantan Sulistyana yang didampingi Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Gatot Sugeng Wibowo menghancurkan heroin, ekstasi, dan ganja. Narkotika yang dimusnahkan adalah 1.040 gram bruto heroin, 4.455 butir ekstasi, dan 22 bungkus ganja seberat 21.554 gram. “Barang sitaan ini hasil penangkapan narkotika bulan Maret dan April,” jelas Tantan.
Tantan menjelaskan, barang bukti heroin yang dimusnahkan dengang tersangka Musanna Abdul Rani, ekstasi disita dari saksi petugas AVSEC, dan ganja disita saksi petugas lion air.
Sementara itu, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta menggagalkan penyelundupan 205 gram kokain. Barang itu dikemas dalam empat butir kapsul yang dimasukkan ke dalam dubur dengan estimasi Rp1 miliar. Pelaku merupakan warga negara Belanda berinisial RL (41 tahun).
Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Oza Olavia menjelaskan, penemuan bermula saat tim Customs Tactical Unit (CTU) Bea Cukai mencurigai seorang penumpang laki-laki yang baru turun pesawat Thai Airways dengan nomor penerbangan TG-433 rute Bangkok-Jakarta.
Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pribadi, tim CTU tidak menemukan adanya narkotika. Namun, karena sikapnya mencurigakan selama pemeriksaan awal petugas, akhirnya dilakukan rontgen. Hasilnya, petugas menemukan benda aneh di perut pelaku.
“Berdasarkan pengujian laboratorium BPIB (Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Bea Cukai) Cempaka Putih, diketahui bubuk berwarna putih tersebut positif kokain,” ujarnya.
Tantan menambahkan, berdasarkan pemeriksaan terhadap istri pelaku yang merupakan warga Indonesia, diperoleh keterangan kokain tersebut digunakan sendiri oleh suaminya. “Barang tersebut dibeli dari seseorang berkulit hitam berinisial B dibangkok untuk dirinya sendiri,” kata dia.
Pelaku melanggar pasal 113 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pidana mati, penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dengan denda paling banyak Rp 10 miliar.(pane/fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.