Hotel & Resto Kota Tangsel Kejar Target Pajak Rp 100 Miliar

SERPONG,SNOL Lokasi wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang amat strategis menjadi incaran banyak investor. Mereka berbondong-bondong membangun usaha di Kota Pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini. Tak terkecuali pengusaha hotel dan restoran. Sejumlah kalangan memprediksi, pendapatan pajak dari dua usaha itu saja akan masuk hingga Rp 100 miliar.
Pemasukan hingga Rp 100 milar dari pajak hotel dan restauran diprediksi akan masuk ke kantong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangsel. “Kami menargetkan dua kali lipatnya dibandingkan tahun 2011. Ini selaras dengan berkembang pesatnya restauran dan hotel yang ada di kota itu,” ungkap Gusri Efendi, Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Tangsel disela diskusi Eat, Stay, Love dalam Perspektif Pariwisata Tangsel, Telaga Seafood, Serpong, Selasa (29/5).
Sebenarnya, Gusri menargetkan pendapatan PAD dari pajak hotel dan restauran sebesar Rp300 miliar. Namun angka tersebut dirasa terlalu besar dibandingkan perkembangan tahun sebelumnya yang hanya Rp55 miliar.
Walau demikian, Gusri mengaku yakin dengan  melihat perkembangan bisnis penginapan dan rumah makan di Tangsel yang semakin meningkat, angka Rp 300 miliar pasti masuk ke PAD di tahun berikutnya.
Kemal Pasha, Ketua Kadin Tangsel, megatakan, untuk mendukung masuknya pendapatan PAD Tangsel, perlu adanya pembenahan di beberapa aspek. “Agar kita sebagai warga Tangsel mampu menarik pengunjung di luar kota, sehingga bisa menikmati dan mengeluarkan uangnya dengan nyaman di kota kita ini,” ujar Kemal.
Kemal mencatat adanya pembenahan yang harus dilakukan semua pihak di Tangsel. Misalnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung. Pasalnya isu ini terkait terulangnya kasus perampokan yang terjadi di Serpong.
Selain itu, infrastruktur kota seperti jalan harus menjadi perhatian utama. “Bagaimanapun juga, itu menjadi andalan kita, bisa menjadi magnet wisata agar setiap orang mau dan nyaman datang ke sini,” ujar Kemal.
Usulan tambahan seperti adanya beasiswa untuk pelajar Tangsel yang akan mendalami pariwisata juga perlu diberikan.
Ajie Eka Warman, Ketua BSD Society mengatakan perayaan festival seperti di Jember itu perlu juga diadakan. “ Jember saja itu kota yang jauh dari pusat Jawa Timur, bisa terkenal ke dunia internasional, ya karena Jember Fashion Festival itu,” katanya.
Jika semua pihak ikut dalam andil pergerakan pariwisata di Tangsel, Eka yakin kota ini bisa menjadi tempat tujuan wisata kuliner maupun wisata lainnya. Dodol Ciater dan Cilenggang menurut Eka, bisa dijadikan oleh-oleh khas Tangsel.(pramita)

Jika semua pihak ikut dalam andil pergerakan pariwisata di Tangsel, Eka yakin kota ini bisa menjadi tempat tujuan wisata kuliner maupun wisata lainnya. Dodol Ciater dan Cilenggang menurut Eka, bisa dijadikan oleh-oleh khas Tangsel.(pramita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.