Tak Dirawat, Ayah Nekat Culik Anak dari Istri Siri

PONDOK AREN,SNOL Geger penculikan anak merebak di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (28/5) lalu. Rizki Fauzi (5) diculik tiga orang tak dikenal saat bermain di depan rumahnya. Usut punya usut, sang penculik adalah ayah bilogis si korban karena tidak tahan sang anak tidak diurus oleh ibunya.
Rizki Fauzi diculik tiga orang tak dikenal yang menggunakan mobil Toyota Avanza. Modusnya, saat itu si korban diiming-imingi uang Rp 10 ribu agar mau mendekat ke pelaku dan langsung dimasukkan ke dalam mobil. Peristiwa penculikan diketahui setelah ibu asuh si anak datang menjemput namun tidak mendapati si anak di lokasi bermain.
Kasus penculikan ini pun akhirnya dilaporkan ke polisi. Selang sehari kemudian, polisi akhirnya berhasil menangkap sang pelaku yakni, Danu Maelandi, yang tidak lain adalah ayah kandung di korban. Pelaku adalah suami siri Yuyun.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga mengatakan, terungkapnya kejadian ini berawal dari adanya data mengenai identitas kendaraan yang digunakan untuk membawa Rizky serta dugaan awal pelaku yang diberikan oleh Yuyun.
Berbekal keterangan Yuyun tersebut, polisi lantas melakukan pengintaian di sebuah komplek perumahan di Jatiuwung untuk menangkap pelaku. “Sekitar pukul 14.00, anggota kami melihat kendaraan Avanza kendaraan yang digunakan untuk membawa Rizki. Kemudian langsung menyergapnya,” jelas Shinto kepada Satelit News di kediaman korban kemarin (29/5).
Namun saat dilakukan interogasi, polisi menemukan fakta bahwa ternyata Danu Maelandi bukan hendak menculik, tetapi ingin merawat anak hasil pernikahan sirinya dengan Yuyun.
“Danu mengaku nekad mengambil Rizky karena tidak diperbolehkan bertemu oleh Yuyun. Selain itu Danu juga mengetahui kalau anaknya tidak dirawat dengan baik oleh ibunya, sehingga Danu ingin membawanya untuk dirawat,” jelas Shinto.
Dikatakan Shinto, setelah dibawa Danu, Rizky dititipkan kepada Tedi, rekan Danu di Kampung Cibelut, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan pengobatan karena Rizki banyak memiliki penyakit kulit di kaki dan tubuhnya.
Menurut Shinto, dengan adanya bukti bahwa Danu merupakan ayah biologis Rizky maka meski dari BAP awal pelaku dikenakan pasal 328 tentang penculikan dengan ancaman 12 tahun, namun polisi belum bisa menetapkannya sebagai tersangka.
“Kami tidak bisa menjerat DN dengan pasal penculikan, mengingat DN adalah orangtua biologisnya Rizky. Namun untuk memastikan kebenarannya polisi juga akan melakukan penyelidikan tentang kebenaran tersebut,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.